oleh

Meriah, Warga Berebut 18 Gunungan Ketupat di Tradisi Gerebeg Syawal di Bukit Sidoguro Klaten

-Budaya-113 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Tradisi Grebeg Syawal digelar di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Bayat, Sabtu (28-3-2026), sepekan usai Hari Idul Fitri 1447 H. Masyarakat memadati lokasi sejak pagi, menciptakan suasana meriah dan penuh kegembiraan.

Rangkaian acara dimulai dengan kirab gunungan ketupat dari kaki Bukit Sidoguro, diikuti Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala dinas dan masyarakat.

Sebanyak 18 gunungan berisi ketupat dan hasil bumi diusung menuju lokasi dipusatkanya acara di perbukitan Sidoguro. Setelah sekitar 10 menit peserta arak-arakan tiba dilokasi dan seluruh gunungan diletakkan didekat panggung acara.

Plt Disbudporapar Klaten, Purwanto, menyampaikan tradisi ini menjadi momen silaturahmi antara Pemkab Klaten dan masyarakat. “Event ini bentuk pelestarian budaya tradisi yang telah berlangsung sejak dulu,” katanya.

Sementara Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, berharap tradisi ini menjadi momen silaturahmi dan berbagi kebahagiaan. “Ini momen spesial untuk bermaaf-maafan dan berbagi kebahagiaan,” ungkapnya.

Setelah didoakan warga yang tidak sabar langsung berebut gunungan ketupat. Tidak sampai 10 menit seluruh gunungan habis tak bersisa.

Panitia juga membagikan sebanyak 1000 porsi ketupat siap makan kepada masyarakat yang membawa kupon, di sisi kanan kantor Bukit Sidoguro. Hal ini menambah kemeriahan acara dan membuat masyarakat semakin antusias.

Tradisi Syawalan ini menjadi momen transisi setelah sebulan penuh berpuasa, simbol pembuktian seseorang sudah menjadi pribadi yang lebih “bersih” dan peduli sama sesama. Ketupat melambangkan pengakuan kesalahan dan keikhlasan untuk saling memaafkan.

Anyaman janur ketupat juga melambangkan rumitnya kesalahan manusia, yang kemudian dibuka jadi simbol keikhlasan untuk saling memaafkan, sementara isinya yang putih melambangkan kebersihan hati setelah memaafkan dan dimaafkan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *