INDONNESIANEWS (Klaten)–Sebanyak 27 kelompok kesenian Gejog Lesung mengukir irama di Festival Gejog Lesung yang digelar di Lapangan Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Sabtu (18/7/2026) sore. Festival budaya tahunan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turut hadir menyaksikan langsung kemeriahan acara.
Camat Cawas Joko Purwanto menyampaikan Festival Gejog Lesung telah menjadi agenda rutin Pemkab Klaten yang setiap tahun dipusatkan di Desa Barepan. Pemilihan lokasi itu karena Desa Barepan merupakan cikal bakal lahirnya kesenian tradisional Gejog Lesung. Kesenian ini bahkan telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum sebagai kesenian khas Desa Barepan.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Barepan Irmawan Andriyanto. Ia menegaskan Gejog Lesung adalah icon Kecamatan Cawas. “Mengapa digelar di Cawas karena gejog lesung berasal dari Cawas. Icon Cawas Gejog Lesung,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya nguri-uri seni budaya masyarakat agraris. Gejog Lesung berawal dari aktivitas petani menumbuk padi usai panen. Perpaduan bunyi alu dan lesung menghasilkan irama khas yang kemudian mengiringi lantunan lagu-lagu tradisional.
Bupati Hamenang mengapresiasi pelaksanaan festival yang dari tahun ke tahun terus berkembang. Tahun ini tercatat ada 27 kelompok peserta yang tampil memeriahkan acara. Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar pagi hingga siang, kali ini acara dimulai sore sehingga puncaknya berlangsung sampai malam.
“Alhamdulillah penyelenggaraan dari tahun ke tahun saya apresiasi luar biasa dan tahun ini sangat meriah. Biasanya dimulai dari pagi hingga siang, sekarang dimulai sore sehingga puncak acara dapat berlangsung sampai malam. Alhamdulillah suasananya sangat ramai,” ungkapnya.
Menurutnya, Gejog Lesung adalah warisan budaya bernilai sejarah tinggi. Berawal dari fungsi lesung sebagai alat menumbuk padi, kini berkembang menjadi media berkesenian yang dimainkan masyarakat, khususnya saat malam bulan purnama.
“Gejog Lesung adalah peninggalan yang luar biasa dari para leluhur kita. Kita tidak boleh melupakan jati diri bangsa dan tidak boleh melupakan sejarah, karena kita ada hari ini berkat perjalanan sejarah di masa lalu. Melalui festival ini kita bersama-sama nguri-uri salah satu kebudayaan warisan leluhur. Alhamdulillah Gejog Lesung telah ditetapkan sebagai kesenian yang berasal dari Kecamatan Cawas,” tutur Mas Hamenang.
Ia menegaskan Pemkab Klaten akan terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk menyelenggarakan Festival Gejog Lesung setiap tahun. Tujuannya menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan daerah.
“Setiap tahun kita berkolaborasi mengadakan Festival Gejog Lesung. Alhamdulillah dari tahun ke tahun pesertanya terus berkembang. Pada malam ini tercatat ada 27 peserta yang ikut memeriahkan festival,” ujarnya. (Oe)








Komentar