INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Pemerintah Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, untuk ke-4 kalinya menggelar acara Grebeg Tempe #4 di Lapangan Ketahanan Pangan, Sanggrahan, Grogol, Minggu (23-8-2026) siang. Acara diwarnai rebutan gunungan tempe dan pembagian ribuan pincuk tumpeng nasi kuning.
Karnaval dimulai dari Kantor Desa Sanggrahan dan dilepas langsung oleh Kepala Desa Sanggrahan, Sutarman.
Barisan pembuka diisi oleh kelompok Jeep Sukoharjo dengan kendaraan klasik berhias Merah Putih. Disusul atraksi Drumband siswa-siswi SD dan barisan Forkopimdes Sanggrahan. Di belakangnya, peserta dari 35 RT se-Desa Sanggrahan berjalan kompak sambil membawa tumpeng nasi kuning.
Peserta menempuh rute melalui jalan-jalan kampung. Setelah 30 menit berjalan, seluruh peserta tiba di Lapangan Ketahanan Pangan atau Ketapang yang menjadi pusat acara.

Di lokasi, Kades Sutarman dan rombongan duduk di panggung yang telah disiapkan. Sementara tumpeng dari 35 RT ditempatkan berderet panjang dan sudah ditunggu panitia. Gunungan tempe setinggi 4 meter juga diletakkan di depan panggung menjadi pusat perhatian warga.
Acara dilanjutkan dengan seremonial sambutan-sambutan dari ketua panitia dan Kades Sanggrahan, Sutarman. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.
Puncak kemeriahan terjadi saat rebutan gunungan tempe dimulai. Diawali dengan pemberian tempe secara simbolis oleh Kades kepada beberapa warga. Setelah itu, warga langsung berebut gunungan tempe. Suasana menjadi riuh rendah. Tidak menunggu lama, seluruh tempe yang melekat di gunungan habis tak bersisa.
Sementara itu di sisi Utara lapangan, ratusan warga juga mendapatkan 1 pincuk nasi tumpeng beserta lauk pauknya. Tidak sampai lama, seluruh tumpeng yang berjumlah 35 buah juga habis tak bersisa.

Kades Sanggrahan, Sutarman, menjelaskan gunungan tempe yang diperebutkan berasal dari para pengrajin tempe di Desa Sanggrahan. “Gunungan tempe untuk mengenalkan pengrajin tempe di Sanggrahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tempe milik pengrajin tempe di Sanggrahan sudah banyak dikenal dan dipasarkan di wilayah Sukoharjo dan luar kota Sukoharjo.
Sutarman juga mengaku bangga dengan kekompakan warga. “Ini bukti warga Sanggrahan guyub rukun. Dari 35 RT semua ikut serta membawa tumpeng dan bersama-sama menggotong gunungan tempe 4 meter. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga,” ujarnya.
Selain itu, warga juga dihibur dengan pertunjukan pencak silat, dan barongsai,l. Dengan berakhirnya acara, semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga Desa Sanggrahan semakin menguat. (Oe)








Komentar