INDONNESIANEWS (Klaten)–Ratusan warga Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten memadati jalan desa untuk menyaksikan Kirab Budaya Bersih Sendang Sinongko yang digelar pada Rabu (2-9-2026). Kirab ini merupakan rangkaian awal dari acara puncak Tasyakuran Bersih Sendang Sinongko yang akan dilaksanakan pada Jumat (4-9-2026) usai Sholat Jumat.
Kirab dimulai dari Kantor Desa Pokak dan menempuh rute sepanjang sekitar 2 km menyusuri jalan-jalan desa. Rombongan kemudian berakhir di Sendang Sinongko. Di lokasi sendang, 3 gunungan hasil bumi diletakkan di panggung khusus sebagai simbol syukur warga.
Barisan paling depan diisi oleh Kades Pokak Suciati, S.Pd bersama Forkopimdes yang menaiki delman hias, diikuti pembawa spanduk “Kirab Budaya Dan Tasyakuran Bersih Sendang Sinongko Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten”. Peserta kirab juga berasal dari berbagai elemen, mulai dari Drumband SDN 2 Pokak, seni Topeng Ireng, Pokdarwis, Reog/Jaranan, hingga UMKM desa yang turut memeriahkan sepanjang rute.

Yang menarik perhatian warga adalah kehadiran 2 ekor kambing yang digiring dalam kirab. Kedua kambing tersebut nantinya akan disembelih pada Jumat pagi dan dagingnya disajikan untuk acara syukuran di puncak kegiatan. “Kambing ini simbol ungkapan syukur warga. Nanti Jumat pagi disembelih, dan dimasak untuk dimakan bersama setelah tasyakuran,” ujar salah satu panitia.
Sesampainya di Sendang Sinongko, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni. Sebanyak 8 peserta kirab tampil di panggung menunjukkan kebolehannya di depan tamu undangan dan ratusan pengunjung. Penampilan drumband, topeng ireng, reog, hingga tarian tradisional mendapat tepuk tangan meriah.
Pada puncak acara Jumat nanti, 3 gunungan hasil bumi yang merupakan sumbangan warga akan menjadi pusat perhatian. Gunungan yang terbuat dari rangkaian terong, timun, cabai, jagung, tomat, hingga padi itu menjadi simbol syukur atas hasil bumi. Menariknya, di akhir kegiatan suasana menjadi riuh rendah. Warga saling berebut gunungan sebagai berkah. Tidak butuh waktu lama, seluruh gunungan habis tak bersisa.

Kades Pokak Suciati, S.Pd berharap melalui kegiatan ini, tradisi Bersih Sendang Sinongko terus dilestarikan dan menjadi sarana mempererat gotong royong warga. “Ini bukan hanya budaya, tapi juga bentuk kita bersyukur kepada Tuhan atas air dan hasil bumi yang diberikan. Semoga Sendang Sinongko tetap lestari,” tuturnya.
Sementara itu Sekcam Ceper, Indah Haryati mengatakan mewakili Camat Ceper, Aris Munandar yang berhalangan hadir menyampaikan rasa bangga dan syukur. Ia mengatakan, tradisi Bersih Desa Sendang Sinongko sudah tercatat sebagai budaya daerah di tingkat nasional dan menjadi kebanggaan warga Pokak. “Kami dari Pemerintah Kecamatan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga tradisi ini tidak pernah hilang dan terus hidup dari generasi ke generasi. Yang bertugas meneruskan adalah generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dengan kepemimpinan Camat baru Aris Munandar yang merupakan putra daerah, diharapkan membawa semangat baru untuk kemajuan Kecamatan Ceper. Lebih lanjut ia mengapresiasi antusiasme warga Pokak yang kompak melestarikan budaya. “Ini wujud syukur desa Pokak terhadap hasil panen. Kita lihat bersama ada gunungan hasil bumi yang nanti akan kita ramaikan bersama,” pungkasnya. (Oe)








Komentar