INDONNESIANEWS (Karanganyar)–Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Solo Raya menggelar silaturahmi dan ziarah kebangsaan di Astana Giribangun, Matesih Kabupaten Karanganyar, Minggu (19/7/2026) siang. Kegiatan ini digelar untuk mempererat persaudaraan sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan para pendahulu demi Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.
Rombongan berangkat dari Kantor DPC GPK Bejen Karanganyar, menggunakan sejumlah mobil dan puluhan sepeda motor. Seluruh peserta tampak mengenakan seragam hijau khas GPK dan berbagai atribut organisasi selama kegiatan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 anggota GPK dari berbagai daerah di Solo Raya. Dengan konvoi kendaraan tersebut, rombongan menempuh perjalanan menuju kompleks pemakaman yang berada di atas perbukitan di wilayah Matesih. Suasana kebersamaan tampak sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi.

Begitu tiba di kompleks Astana Giribangun, rombongan GPK yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu terlebih dahulu melaksanakan sholat Zuhur berjamaah. Ibadah bersama ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan ziarah kebangsaan.
Usai sholat, peserta kemudian bergegas masuk ke dalam bangunan utama kompleks makam. Di tempat itulah terletak makam Presiden ke-2 RI HM Soeharto dan istri beliau, Tien Soeharto, yang menjadi tujuan utama ziarah.
Dengan posisi duduk bersila menghadap makam almarhum HM Soeharto, anggota GPK khusyuk membaca tahlil dan doa selama kurang lebih 30 menit. Pembacaan doa dipimpin langsung oleh seorang penjaga makam.
Soeharto wafat pada tahun 2008 silam. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan sejarah kepemimpinan beliau selama menjabat sebagai Presiden RI.

Setelah prosesi doa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan. GPK memberikan bantuan makanan dan sembako kepada warga kurang mampu yang berada di sekitar kompleks makam Astana Giribangun.
Menurut Koordinator GPK Solo Raya dan Jawa Tengah, Zainal, kegiatan yang digelar juga berupa santunan kepada anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Karanganyar. “Dengan kegiatan mulia itu diharapkan GPK semakin bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara,” ujarnya.
“GPK secara organisasi nasional berdiri tahun 1992 sampai saat ini sudah 44 tahun dengan visi menegakkan Amal Makruf Nahi Mungkar. Selama 44 tahun Insya Allah entah besar kecilnya GPK telah andil untuk kebaikan Bangsa dan Negeri ini,” lanjutnya.
Ia berharap kedepan pemerintah bisa berpihak kepada umat Islam dan khususnya masyarakat Indonesia. “Kedepannya Insya Allah mudah-mudahan pemerintah itu bisa berpihak kepada umat Islam khususnya untuk masyarakat Indonesia. Mohon doanya GPK tetap Istiqomah menjalankan visi misinya Amal Makruf Nahi Mungkar,” tuturnya.
Sementara terkait ziarah ke makam HM Soeharto, Zainal menambahkan hal itu dilakukan karena memiliki banyak jasa selama memimpin negeri ini, salah satunya memberantas G30S PKI. “Insya Allah dengan peran beliau memberantas pemberontakan yang betul berkhianat kepada negeri ini harus kita bawahi. Dengan peran beliau dan ikutnya elemen masyarakat Indonesia dipelopori oleh beliau bisa menumpas pengkhianatan G30S PKI,” tegasnya. (Oe)








Komentar