oleh

Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Pembukaan Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten

-Budaya-42 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan tumpah ruah mengikuti kirab budaya pembukaan tradisi Ya Qowiyyu ke-407 di Kecamatan Jatinom, Klaten, Kamis (23-7-2026) siang. Sepanjang rute yang dilalui kirab dipenuhi warga yang antusias menyaksikan kemeriahan acara tahunan khas Jatinom ini.

Kirab dimulai dari halaman Kecamatan Jatinom dengan barisan paling depan diisi pasukan Paskibraka yang membawa bendera merah putih. Di belakangnya menyusul barisan Forkopimcam Jatinom, kemudian atraksi drumband dari 4 kelompok sekolah dan umum yang memukau penonton dengan formasi dan musiknya.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya 3 ogoh-ogoh raksasa yang diarak peserta dari perwakilan desa. Ogoh-ogoh tersebut menjadi daya tarik utama warga karena ukurannya besar dan penuh warna. Warga berebut mengabadikan momen dengan ponsel.

Selain itu, rangkaian juga dimeriahkan tari-tarian tradisional dan senam massal dari perwakilan 17 desa se-Kecamatan Jatinom. Penampilan anak-anak sekolah mendapat tepuk tangan paling meriah dari penonton yang memadati pinggir jalan.

Camat Jatinom Agus Sunyoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia. Ia menilai Ya Qowiyyu merupakan bentuk inovasi dan inisiasi positif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari anak-anak hingga orang tua. “Kegiatan ini menjadi momentum kita untuk mempererat kebersamaan sekaligus nguri-uri budaya Jawa agar tetap lestari,” ujarnya.

Menurut Panitia Purwono, rangkaian Ya Qowiyyu 2026 resmi dimulai hari ini sebagai pembukaan pertama. Rangkaian kegiatan diawali dengan pameran seni lukis karya warga di kompleks Pasar Jatinom. Lukisan yang dipamerkan merupakan hasil kreativitas anak-anak hingga orang tua se-Kecamatan Jatinom.

Setelah pameran, acara dilanjutkan dengan pertunjukan gejog lesung yang menjadi kesenian khas Jatinom. Kemudian dilanjutkan kirab budaya dengan rute dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gede Jatinom dan Masjid Al-Ikhlas. Sepanjang jalan yang dilalui, warga berdiri di pinggir jalan untuk menyaksikan dan mengabadikan momen kirab.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan prosesi pemotongan pita di Lapangan Oro-oro Ombo yang menjadi pusat kegiatan Ya Qowiyyu 2026. Puncak acara sendiri akan digelar pada 31 Juli 2026 dengan tradisi sebar apem Ya Qowiyyu di lapangan yang sama. “Tahun ini akan ada 7 ton apem yang akan dibagikan atau disebar kepada masyarakat. Apem itu berasal dari masyarakat dan jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya 6,5 ton,” ujar Purwono.

Tradisi Yaqowiyu adalah upacara sebar kue apem di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah yang digagas oleh Ki Ageng Gribig pada abad ke-16 atau ke-17. Nama “Yaqowiyu” berasal dari doa penutup yang dibaca Ki Ageng Gribig: Yaa Qowiyyu Yaa Aziz Qowwina wal Muslimin yang artinya mohon kekuatan. Sementara apem berasal dari kata affun yang berarti maaf atau ampunan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *