INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten menggelar Kirab Budaya pada Jumat (17-7-2026). Rute kirab dimulai dari Balai Desa Ngrundul menuju objek wisata Umbul Brondong.
Kirab tersebut dimeriahkan dengan 13 gunungan hasil bumi dan tumpeng. Seluruh gunungan dan tumpeng dibagikan kepada warga di akhir acara sebagai wujud rasa syukur.
Acara dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Barisan paling depan diikuti oleh Kepala Desa Ngrundul bersama perangkat desa.
Setelah itu, kirab dilanjutkan oleh kontingen warga dari RW I sampai RW XII. Tak ketinggalan, kontingen dari SPPG Ngrundul juga turut meramaikan.

Suasana kirab berlangsung sangat meriah. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan dan mengikuti kegiatan tersebut.
Selain gunungan hasil bumi dan makanan, peserta kirab juga menampilkan kreativitas unik. Beberapa warga bahkan tampil dengan kostum tokoh Punakawan yang mengundang tawa dan tepuk tangan penonton.
Kirab menempuh jarak sekitar 2 kilometer selama kurang lebih 1 jam. Rute yang dilalui melewati jalan-jalan desa dan area persawahan Desa Ngrundul.
Setibanya di Umbul Brondong, lokasi pusat acara, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Ngrundul dan perwakilan dari Kecamatan Kebonarum.
Momen yang paling ditunggu terjadi saat pembagian gunungan. Belum selesai doa, warga yang sudah tidak sabar langsung berebut gunungan dan tumpeng.

Suasana pun seketika berubah riuh. Tidak butuh waktu lama, seluruh 13 gunungan habis tak bersisa diburu warga.
Menurut Kepala Desa Ngrundul, Hari Purnama, kirab budaya tahun ini merupakan yang ketiga kalinya digelar selama masa jabatannya. Ia berkomitmen untuk terus menggelar acara serupa setiap tahun selama 8 tahun masa jabatannya.
“Ini namanya Syukuran Banyu. Puncaknya nanti malam akan ada gelar wayang semalam suntuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk tahun 2026 ini jumlah warga yang mendaftar mengikuti kirab dari Balai Desa menuju Umbul Brondong mencapai lebih dari 1000 orang. “Jadi ini per RW mendaftar dan per RW mengeluarkan kreasinya masing-masing,” tuturnya.
Hari Purnama menjelaskan, tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk _nguri-uri_ budaya. Ia berharap kirab yang diikuti warga ini bisa menjadi contoh bagi desa lain.

“Setelah sampai di Umbul Brondong digelar atraksi budaya dari masing-masing RW. Kami juga membagikan 1500 paket sembako untuk masyarakat Desa Ngrundul,” paparnya.
Management BUMDes Ngrundul, Puput Fuadi mengatakan, pemilihan lokasi Umbul Brondong sebagai pusat acara bertujuan untuk memperkenalkan objek wisata unggulan desa kepada masyarakat luas.
“Ini istilahnya untuk ajang promosi kita pertahun kepada masyarakat, baik warga setempat maupun warga luar Ngrundul,” ujarnya.
Objek wisata Umbul Brondong sendiri memiliki 2 kolam pemandian untuk anak dan dewasa. Di sekitar lokasi juga terdapat sentra UMKM dari warga setempat yang menjual berbagai produk.
Puput menambahkan, pengembangan wisata menjadi fokus BUMDes. Dari pengelolaan Umbul Brondong, desa mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa atau PAD sebesar Rp600 juta setiap tahun. (Oe)








Komentar