INDONESIANEWS (Klaten) — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Kristen 5 Klaten digelar selama 5 hari sejak Senin (13-7-2026) sampai Jumat (17-7-2026).
Di hari terakhir, narasumber atau pemateri yang dihadirkan adalah Ketua Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Klaten, Drs. Djoko Sutrisno, M.M dan Tim Badan Anti Narkotika Nasional (BANN) Klaten yang dipimpin Ketua Sugeng Santoso. Materi disampaikan kepada 227 siswa di ruang aula sekolah setempat.
Drs. Djoko Sutrisno, M.M menyampaikan apresiasi kepada SMK Kristen 5 Klaten atas kerja sama yang rutin terjalin dalam kegiatan ceramah penanggulangan narkoba, termasuk dalam kegiatan MPLS setiap tahun.
Ia berpesan kepada siswa baru agar dapat berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, termasuk siap memasuki dunia kerja BSK setelah lulus. “Syarat utamanya adalah jauhi dan hindari narkoba dan obat-obat berbahaya. Selain itu harus disiplin, jujur, taat pada aturan sekolah, guru, serta orang tua. Hindari bullying, tawuran, kebut-kebutan dan tetap konsentrasi belajar serta praktik sesuai bidang keahlian,” tegasnya.

Ketua BANN Klaten, Sugeng Santoso, dalam Sosialisasi “Bahaya Narkoba dalam Sekolah’ Bersinar” mengatakan
bahwa narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan Bahan Aditif yang bersifat terlarang dan dapat menyebabkan kecanduan, kerusakan otak, syaraf, hingga kematian. Narkoba memiliki berbagai jenis seperti ganja, shabu-shabu, kokain, ekstasi dan morfin. Dampaknya sangat luas mulai dari kesehatan, psikologis, sosial, masa depan suram, hingga jeratan hukum sesuai UU No. 35 Tahun 2009.
Remaja dan siswa sekolah kata dia menjadi sasaran utama karena kondisi mental belum stabil, rasa penasaran tinggi, dan pengaruh pergaulan. “Faktor utama penyalahgunaan antara lain stres, lingkungan keluarga, rasa ingin tahu, dan kurangnya informasi,” ujarnya.
Untuk mencegahnya tambah dia dibutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui program Sekolah Bersih Narkoba dengan 5 poin: komitmen sekolah, kegiatan P4GN rutin, pembentukan Satgas, bimbingan konseling, dan pemasangan himbauan. Siswa diajak selektif bergaul, mengikuti kegiatan positif, dan berani menolak tawaran narkoba. Jika sudah terlanjur, segera lakukan rehabilitasi di rumah sakit atau BNNK. “Intinya, generasi muda harus menjadi duta anti narkoba agar terhindar dari bahaya narkoba dan dapat meraih masa depan yang sehat serta cerah,” tuturnya.
Konsep Sekolah Bersinar kata Sugeng lagi merupakan komitmen sekolah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Program ini ditujukan untuk SMP, SMA, SMK, hingga tingkat kampus.

Dalam praktiknya, sekolah juga melakukan aksi nyata berupa sosialisasi dan edukasi, membuka Posko Anti Narkoba untuk konsultasi, tes urine rutin dan spontan, serta menggiatkan kegiatan positif seperti seni, olahraga, dan ekstrakurikuler.
Untuk memperkuat program ini, SMK Kristen 5 Klaten juga membentuk Tim Kelompok Kerja (POKJA) Sekolah Bersih Narkoba dan Satuan Tugas (SAT GAS) Anti Narkoba Tahun Ajaran 2026/2027. Tim ini bertugas menyusun rencana aksi, mengkoordinasikan pelaksanaan, serta membuat laporan pelaksanaan P4GN di sekolah.
Sementara itu Plt Kepala Sekolah SMK Kristen 5 Klaten, Friska Pra Utami Dewi, S.Pd.,M.Pd, mengatakan MPLS tahun 2026 dilaksanakan mulai Senin 13 Juli sampai Jumat 17 Juli. Kegiatan dibagi menjadi dua rangkaian. Tiga hari pertama dilaksanakan tanpa menginap, sedangkan dua hari berikutnya siswa menginap di sekolah.
Menurut dia tujuan utama MPLS adalah memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Selain itu juga menanamkan pendidikan karakter sebagai pondasi agar siswa dapat berkembang dan bertumbuh selama belajar di SMK Kristen 5 Klaten.

“Harapannya melalui MPLS ini siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Dari jenjang SMP ke SMK, mereka dipersiapkan menjadi lulusan yang unggul sesuai bidang kompetensinya,” ujarnya.
Panitia MPLS dan staf Bidang Bidang Kesiswaan SMK Kristen 5 Klaten, Yuni Fransiska, S.Pd, menjelaskan materi yang diberikan kepada siswa baru meliputi Wawasan Wiyata Mandala, strategi pembinaan siswa untuk kemajuan, penyuluhan Tertib Lalu Lintas dari Polsek Klaten Selatan, materi kebencanaan dari BPBD Klaten, serta latihan Baris Berbaris (PBB) dari Koramil Klaten Selatan.
Untuk kegiatan Gladi Siswa kata dia dilaksanakan pada Rabu hingga Jumat. Di SMK Kristen 5 Klaten, selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa juga dilatih untuk mengembangkan apresiasi dan kreativitas melalui pentas seni yang digelar Kamis malam.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap keberagaman siswa tahun ini. “Kami sangat bersyukur karena siswa tahun ini berasal dari berbagai daerah dan memeluk 4 agama yang berbeda. Keberagaman ini menjadi kekuatan dan kekayaan bagi sekolah kami,” tutupnya. (Oe)








Komentar