oleh

Karnaval Budaya Desa Trucuk Sindir OTT Bupati Klaten, Poster “KLATEN BERSIH 2X CUKUP UNTUK PELAJARAN!”

-Budaya-21 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Karnaval Gelar Budaya Desa Trucuk 2026 yang digelar Minggu (18-10-2026) siang tidak hanya meriah, tapi juga menyampaikan pesan sosial yang tajam. Aksi teatrikal yang menggambarkan keprihatinan atas OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo oleh KPK belum lama ini menjadi pusat perhatian.

Aksi tersebut diperankan oleh tiga orang warga. Satu orang mengenakan rompi tahanan oranye khas KPK lengkap dengan borgol di tangan, berperan sebagai pejabat yang ter-OTT. Satu orang lainnya berjalan di depan sambil mengacungkan poster bertuliskan “KLATEN BERSIH 2X CUKUP! UNTUK PELAJARAN”. Sementara satu orang lagi berperan sebagai tahanan di dalam sel jeruji bambu bertuliskan “TAHANAN”.

Menurut salah satu pemeran teatrikal, Dwi Gugug, penggunaan rompi oranye tersebut sebagai pengingat bagi para pemimpin agar tidak terjerat korupsi. Ia menegaskan kejadian OTT yang menimpa Klaten cukup dua kali saja sebagai pelajaran.

“Saya sangat prihatin secara pribadi. Saya melihat kinerja Pak Hamenang sangat bagus, mungkin beliau lagi apes saja,” ujarnya.

Ia pun berharap kepemimpinan pengganti Bupati Hamenang nantinya mampu membawa Klaten menjadi lebih baik dan benar-benar bebas dari korupsi. “Kita dukung pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Karnaval Gelar Budaya Desa Trucuk 2026 dimulai dari pertigaan Masjid Baiturrahman Dukuh Srebeg Gede. Dari titik tersebut, sembilan kontingen yang mewakili 12 RW di Desa Trucuk berjalan kaki menuju Lapangan Trucuk dengan menempuh jarak sekitar satu kilometer.

Karnaval berlangsung meriah, di mana setiap kontingen menampilkan kreativitas terbaiknya, mulai dari keunikan kostum, koreografi, hingga pesan sosial yang dibawa.

Setibanya di Lapangan Trucuk, para peserta tampil selama 10 hingga 15 menit di hadapan tamu undangan di panggung kehormatan untuk menunjukkan kebolehan masing-masing kontingen. Usai tampil, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama tamu undangan.

Sementara itu, Kepala Desa Trucuk, Sagiyo, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun dengan menampilkan seni dan budaya yang ada di Desa Trucuk.

Menurutnya, karnaval budaya tahun ini diikuti sembilan kontingen yang berasal dari 12 RW dan 28 RT di Desa Trucuk. “Di Trucuk ada 12 RW, semuanya ditampilkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak melupakan seni dan budaya yang ada di Desa Trucuk.

Ke depan, ia berharap masyarakat terus nguri-uri budaya. “Masyarakat bisa belajar tentang budaya, etika, dan tradisi yang ada di Desa Trucuk,” tuturnya.

Terkait OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, ia mengaku prihatin. “Siapa pun pemimpin pasti tidak luput dari kehati-hatian, namun yang terjadi seperti ini. Mudah-mudahan beliau yang baru terkena musibah ini selalu diberi kesehatan dan permasalahannya segera selesai,” tutupnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *