INDONNESIANEWS (Klaten)–Ribuan orang tumpah ruah di Oro-oro Sendang Klampeyan untuk berebut kue apem pada tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu, Jumat (31/7/2026) siang. Acara yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Bupati Klaten itu menjadi puncak rangkaian peringatan tahunan di Jatinom. Panitia dari P3KAG menyebar sebanyak 6-7 ton apem Yaa Qowiyyu kepada masyarakat.
Yang menarik, untuk menuju lokasi acara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Forkopimda dan tamu undangan menaiki gerobak sapi. Rombongan berangkat dari pintu masuk Kecamatan Jatinom dengan jarak tempuh sekitar 1,5 km menuju lokasi.
Setiba di lokasi, rombongan terlebih dahulu menunaikan sholat Jumat di Masjid Gede Jatinom yang berada di komplek Makam Kyai Ageng Gribig. Setelah ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan menuju panggung utama acara.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Forkopimda menuruni tangga menuju panggung kehormatan. Panggung tersebut dibuat tidak jauh dari Sendang Klampeyan. Kedatangan mereka diiringi lantunan sholawat dan tabuhan rebana.
Di belakang rombongan diikuti dua buah gunungan apem Yaa Qowiyyu Lanang dan Wadon. Proses menurunkan gunungan di anak tangga tidak mudah. Para penggotong harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Setiba di panggung, sepasang gunungan apem Yaa Qowiyyu diletakkan di bagian depan.

Sementara itu di Lapangan Oro-oro, ribuan masyarakat telah memadati tempat tersebut. Mereka bersiap untuk mendapatkan apem Yaa Qowiyyu yang akan disebar dari panggung utama dan dua menara yang berada di tengah-tengah lapangan.
Jumlah pengunjung yang membludak menyebabkan lapangan penuh sesak. Warga bahkan memenuhi seluruh bagian lapangan hingga ke bagian atas untuk menyaksikan jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu tahun ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Klaten ke 222.
“Tentu harapan kita bersama di ulang tahun kabupaten Klaten yang ke 222, Kabupaten Klaten bisa menjadi kabupaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.” ujarnya.
“Terkhusus diacara sebaran apem Yaa Qowiyyu ini harapan kita bersama bisa terus meneladani tokoh besar kita, ulama besar kita Ki Ageng Gribig sehingga kira tidak hanya merayakan sebaran Apem Yaa Qowiyyu saja tapi bagaimana kita meneladani sosok beliau ini,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam kesempatan yang sama mengatakan ia hadir tidak hanya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tetapi sebagai bagian dari keluarga besar zuriah Ki Ageng Gribig.
Ia berharap tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu terus dipertahankan. “Setuju tradisi ini dipertahankan,” ujarnya yang dijawab serentak setuju oleh pengunjung yang rela berdesak-desakan dan berpanas-panasan di tengah lapangan terbuka demi mendapatkan Apem Yaa Qowiyyu.
“Kalau tradisi sebar apem Yaa Qowiyyu bisa bertahan 400 tahun kita pertahankan 400 tahun lagi setuju,’ tuturnya yang kembali dijawab oleh pengunjung dengan kalimat senada. “Alhamdulillah,” kata Menteri asal partai Golkar ini.
Tahun ini kata Airlangga Hartarto lagi tema Sebar Apem Yaa Qowiyyu yakni Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti. Tema itu mengingatkan bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian seseorang, semuanya harus dilandasi oleh sikap tawakal, rendah hati, dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT. “Ini adalah tauladan dari Ki Ageng Gribig dan bagi saya tradisi ini bukan hanya tradisi tahunan tapi simbol sedekah, persaudaraan, gotong royong dan berbagi rezeki,” paparnya.
Usai sambutan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dari atas panggung menyebar apem Yaa Qowiyyu ke arah masyarakat di lapangan. Suasana pun berubah menjadi riuh rendah karena pengunjung berebut. Selain dari panggung utama, sebaran apem juga dilakukan panitia dari P3KAG dari atas dua menara yang ada di tengah Lapangan Oro-oro Sendang Klampeyan Jatinom. (Oe)








Komentar