oleh

DKPP Klaten Gelar Rakor Untuk Menjajaki Potensi Ekspor Tembakau Ke China

-Ragam-41 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten menggelar Rapat Koordinasi untuk menjajaki potensi ekspor tembakau, di Simbar Joyo Eduwisata Cafe and Resto, Rabu (5-8-2026l siang.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, di sela-sela acara rakor ini digelar untuk menindaklanjuti adanya potensi ekspor tembakau ke China.

“Ini kami Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten terutama di sektor perkebunan kami mendampingi secara formil. Artinya kalau nanti terjadi ekspor paling tidak produksinya harus kontinyu, tidak cuma sesaat. Sehingga kami akan fokus pada peningkatan produksi,” ujarnya.

“Akan kita fokuskan untuk diproduksi terutama di pupuk, Alsintan untuk di produksi tembakau,” lanjutnya.

Selain tembakau, Iwan menyebut ada potensi komoditas lain. Namun saat ini fokus utama tetap di tembakau karena adanya dukungan dari Yayasan Merah Putih yang memiliki jejaring di China.

“Ada potensi juga di bidang yang lain nanti ke depan, tapi ini fokus di tembakau dulu karena dari Yayasan Merah Putih ini kan ada cadangnya di China sana. Sehingga nanti menggendong dari eksportir khususnya tembakau bisa dikerjasamakan. Kemarin bapak Bupati juga mensuport untuk itu,” tuturnya.

Iwan juga menyoroti penurunan serapan tembakau dari perusahaan seperti Gudang Garam yang diduga dipengaruhi peredaran rokok ilegal.

“Potensi ekspor tembakau untuk saat ini, perusahaan dari Gudang Garam juga ada penurunan. Mungkin akibat dari rokok ilegal itu juga. Ada beberapa juga beredar. Makanya ini juga kita terus menggalakkan sosialisasi berantas rokok ilegal karena itu juga mengurangi pendapatan negara terutama cukai. Sehingga harapan kami ke depan bisa terus meningkat terutama kerjasama kita bisa ekspor,” pungkasnya.

Kabid Hortikultura dan Perkebunan DKPP Klaten, Lilik, menambahkan bahwa pertanaman tembakau di Klaten saat ini baru memasuki masa tanam sehingga kepastian hasil panen belum dapat dipastikan.

Ia menyebut luas lahan tembakau di Klaten mencapai sekitar 1.300 hektare. Dari luasan tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 3.000 ton tembakau yang terdiri dari tembakau untuk rajangan dan tembakau aspad.

“Rajangan” merupakan tembakau olahan untuk kebutuhan industri rokok, sementara “aspad” adalah tembakau asalan padat yang umumnya digunakan sebagai bahan baku utama. DKPP berharap produksi tersebut dapat mendukung keberlanjutan pasokan jika peluang ekspor ke China benar-benar terealisasi. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *