INDONESIANEWS (Klaten)–Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggelar Sarasehan & Talk Show Pencegahan Pernikahan Anak di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (8-9-2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Cegah Pernikahan Anak Untuk Generasi yang Berkualitas”. Hadir sebagai narasumber tunggal Direktur Yayasan KAK (Yayasan Kepedulian untuk Anak) Kota Solo, Shoim Sahriyati.
Dalam pemaparannya, Shoim Sahriyati menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak dari praktik pernikahan usia dini. Salah satu materi yang disorot adalah “PERAN 3P” yaitu Peka – Percaya – Peluk.
Tiga poin tersebut dijabarkan sebagai: peka terhadap perubahan perilaku anak, percaya dan dengarkan cerita anak sebelum menghakimi, serta peluk/dukung ketika anak menghadapi masalah.
Materi lain yang disampaikan adalah “TEPUK PENGASUHAN POSITIF” dengan 4 kunci utama: beri penghargaan, penuh kasih sayang, ciptakan lingkungan ramah anak, dan stop kekerasan.
Shoim juga memaparkan materi “PACARAN, RELASI, DAN BATASAN DIRI”. Ia menjelaskan perbedaan relasi tidak setara dan relasi setara. Pada relasi tidak setara, satu pihak lebih dominan/mengontrol dan pihak lain takut menolak/mengikuti tekanan. Sementara pada relasi setara, keduanya punya suara, bisa mengatakan tidak, saling menghormati, dan mengambil keputusan bersama.
Selain itu, Shoim menekankan “PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK TUGAS BERSAMA”. Pencegahan dilakukan oleh Pemerintah melalui kebijakan, layanan dan perlindungan; Anak berani mencari informasi dan bersuara; Orang tua berkomunikasi dan pengasuhan; Sekolah memberikan pendidikan, keterampilan diri dan perlindungan; Masyarakat tidak menormalisasi perkawinan anak; Layanan kesehatan memberi edukasi dan akses layanan; serta Tokoh masyarakat/agama mendukung norma yang melindungi anak.
Sarasehan dan talk show ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pelajar, hingga perwakilan komunitas di Kabupaten Klaten.
Penyelenggara berharap melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat Klaten semakin meningkat untuk bersama-sama mencegah pernikahan anak. Dengan begitu diharapkan dapat terwujud generasi muda Klaten yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana pendopo tampak penuh sejak pagi dengan peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. (Oe)








Komentar