INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, kembali menyalurkan kepedulian lewat program KUMIS CAKAR, singkatan dari Kunjung Miskin Camat Karanganom, Jumat (3-7-2026) pagi.
Kegiatan ini menyasar warga kurang mampu secara langsung di rumah masing-masing. Namun, hasil di lapangan justru memunculkan temuan mengejutkan.
Dari 3 warga penerima bantuan kategori miskin, semuanya tercatat masuk dalam desil 9. Padahal desil 6-9 merupakan kelompok masyarakat yang dianggap sudah mampu dan umumnya tidak menjadi target utama penerima bantuan sosial reguler.
Camat Karanganom, Joko Handoyo, bersama perangkat kecamatan dan tim mendatangi langsung rumah warga sasaran. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang dikemas dalam kotak tertutup.
Sasaran pertama adalah Ahmad Jauhari, 60 tahun, warga Dukuh Karanglo RT 01 RW 11, Desa Karanganom. Penyandang disabilitas itu tampak gembira dan mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan dari Camat.
Tim kemudian bergerak ke rumah Zubaidi, 63 tahun, warga Dukuh Jebugan RT 01 RW 02, Desa Karanganom. Laki-laki yang tinggal sendirian di rumah tidak layak huni itu tengah duduk terpaku di halaman samping rumahnya saat disambangi.
Setelah berbincang sebentar, Camat Joko Handoyo kembali menyerahkan paket sembako serupa kepada Zubaidi. Kondisi rumah yang dipenuhi berbagai peralatan dan tampak tidak terawat menjadi perhatian tim.
Lokasi terakhir yang disambangi adalah rumah Karsini, 73 tahun, warga Dukuh Karanglor RT 01 RW 11, Desa Karanganom. Lansia 3 anak ini juga menerima bantuan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada tim kecamatan.
Karsini mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan apa pun, baik sembako maupun uang, dari Pemerintah Desa Karanganom. “Belum pernah dapat bantuan apapun baik sembako atau uang,” ujarnya. Ia mengaku sangat terharu atas perhatian dari pemerintah kecamatan.
Terkait temuan 3 penerima yang masuk desil 9, Camat Joko Handoyo mengaku tidak mengetahui saat proses pendataan. Ia menduga data yang ada mungkin belum valid.
“Dilapangan selain kita crosscheck tentunya ini masuk desil berapa. Dapat bantuan apa masuk atau tidak ini harus kita crosscheck di lapangan, tapi tidak semuanya beberapa sampel karena keterbatasan juga,” ujar Joko Handoyo.
Camat menegaskan salah satu tujuan KUMIS CAKAR adalah mengetahui kondisi riil masyarakat, khususnya warga tidak mampu. Dengan temuan ini, pihaknya akan mengusulkan perubahan desil bagi warga yang bersangkutan agar data lebih akurat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, diharapkan data warga miskin lebih valid, bantuan tepat sasaran, dan sinergi pemerintah dengan masyarakat Karanganom semakin kuat. (Oe)








Komentar