oleh

Ribuan Warga Padati Gebyar Budaya & UMKM Polanharjo Sambut HUT RI ke-81 dan HUT Klaten ke-222

-Ragam-194 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 terasa di Kecamatan Polanharjo. Ribuan warga memadati Jalan Depan Kantor Kecamatan Polanharjo pada Senin, (27-7-2026) untuk mengikuti Gebyar Budaya & UMKM yang digelar mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB.

Acara ini dikemas sebagai wujud syukur sekaligus upaya melestarikan budaya lokal dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Sepanjang hari, pengunjung disuguhi pertunjukan seni tradisional, hiburan rakyat, donor darah, hingga pameran produk UMKM dan wahana permainan anak.

Camat Polanharjo, Moh Prihadi, M.Si, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan yakni untuk menggairahkan ekonomi melalui UMKM dan menggali budaya agar dapat digali dan dikembangkan.

“Tujuan kegiatan ini untuk menggairahkan ekonomi melalui UMKM dan menggali budaya kita agar dapat digali dan dikembangkan. Kami ingin memberi ruang bagi pelaku usaha mikro agar produknya dikenal luas, sekaligus menghidupkan kembali kesenian daerah agar tidak punah. Gebyar ini juga bagian dari perayaan kemerdekaan dan hari jadi Klaten yang ke-222,” ungkap Moh Prihadi.

Berikutnya, kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan budaya lokal agar kesenian tradisional Polanharjo tetap dikenal dan dicintai generasi muda. Selain itu, melalui Gelar UMKM diharapkan dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, agar produk lokal semakin dikenal dan pelaku usaha dapat meningkatkan pendapatannya.

Puncak dari rangkaian ini adalah terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antar warga, desa, dan instansi se-Kecamatan Polanharjo dalam suasana perayaan yang meriah dan penuh kekeluargaan. Menurutnya, animo masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa budaya dan UMKM adalah dua pilar penting dalam membangun Polanharjo.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus ada. Budaya harus hidup, UMKM harus naik kelas. Dengan begitu peringatan HUT RI dan HUT Klaten benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kemeriahan dimulai pagi hari dengan Senam Bersama seluruh elemen masyarakat. Suasana makin hidup dengan penampilan Tari Caping Ayu dan Ampar-Ampar Pisang dari siswa SDN Turus. Di waktu yang sama, panitia juga membuka layanan Donor Darah bagi warga yang ingin berbagi.

Memasuki sore hari, panggung kembali diramaikan. Jaranan Suryo Kartiko dari Janti tampil energik disusul alunan Hadroh Mindaka Sidowayah yang syahdu. Hiburan ditutup sementara dengan Orgen Tunggal Sukma Nada yang mengajak warga bergoyang bersama.

Puncaknya pada malam hari. Warga disuguhkan kolaborasi budaya yang khas. Gejog Lesung Sekar Sari dari Glagah Wangi membuka sesi malam dengan irama tradisional yang memukau. Dilanjutkan Koesplus Jhon Negro dari Keprabon yang membawakan lagu-lagu lawas penuh nostalgia. Acara ditutup dengan pagelaran Seni & Budaya Lokal Kecamatan Polanharjo yang menampilkan kekayaan kesenian dari berbagai desa.

Tidak hanya pertunjukan, Gelar UMKM juga menjadi daya tarik. Ratusan pelaku usaha mikro menjajakan kuliner, kerajinan, hingga produk unggulan Polanharjo. Sementara area Permainan Anak membuat suasana semakin meriah dan ramah keluarga. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *