INDONNESIANEWS (Klaten)–Sebanyak 16 desa di Kecamatan Delanggu menggelar Musrenbangdes Pembahasan Rancangan RKPDes 2027 & Musdes Pembahasan dan Penetapan RKPDes 2027. Tujuannya untuk menyusun dan menetapkan arah pembangunan desa yang partisipatif, transparan dan sesuai kebutuhan prioritas warga pada tahun anggaran 2027.
Diantara desa yang menggelar kegiatan Musrenbangdes dan Musdes tersebut yakni Desa Kepanjen dan Desa Sidomulyo. Acara diikuti Camat Delanggu Yoenanto Sinung Noegroho, ST., http://M.SE.
Di Desa Kepanjen, acara dipusatkan di Joglo Desa Kepanjen, Kamis (24-9-2026) dan dimulai pukul 08.30 WIB. Suasana terlihat khidmat dan penuh keakraban. Acara dipimpin Kades Kepanjen Husnul Khotimah. Hadir juga pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan seluruh Ketua RT/RW di Desa Kepanjen.
Usai acara, Camat Delanggu Yoenanto Sinung Noegroho mengatakan kegiatan digelar mulai sejak Senin-Jumat (21-25/9/2026). Dan setiap hari ada 4 desa yang menggelar acara Musrenbangdes dan Musdes.

Tujuan digelarnya acara itu kata dia yakni untuk menyiapkan RKPDes 2027 dari setiap desa. Sehingga RKPDes penting dalam rangka pelaksanaan kegiatan di tahun 2027, harus diarahkan oleh Organisasi Perangkat Daerah Teknis (OPD Teknis) beserta jajaran dan tokoh-tokoh masyarakat.
“Jadi kegiatan 2027 tidak boleh lepas dari RKPDes yang ditetapkan ini. Menyesuaikan dengan anggaran dan pagu APBD yang ada,” ujarnya.
Kepala Desa Kepanjen Husnul Khotimah terkait acara itu mengatakan hasil Musrenbangdes dan Musdes semua yang mengikuti kegiatan sudah menerima dan menampung seluruh aspirasi warga dari tingkat RT/RW.
“Alhamdulillah sudah menerima usulan-usulan di semua RT/RW. Insya Allah di tahun 2027 segala prioritas di pihaki mengingat anggaran sekarangkan banyak pemangkasan hampir 70% dipangkas dari pusat,” ujarnya.
Musrenbangdes di Desa Sidomulyo

Sementara itu Kades Sidomulyo, Hartono yang sudah menjabat 3 periode dan akan pensiun akhir 2027 bersyukur selama ia menjabat sudah banyak pembangunan infrastruktur yang telah terealisasi.
Untuk 2027 mendatang kata dia pihaknya memprioritaskan pembangunan jalan di depan Balai Desa yang saat hujan banjir lagi, lalu talud sebelah timur tol yang juga perlu diperbaiki.
Namun begitu melihat kondisi dana pihaknya harus melihat anggaran dan skala prioritas. “Karena yang pertama dana desa sudah terpangkas, DKK dari kabupaten juga minim kami harus memprioritaskan untuk pembangunan yang betul-betul urgen untuk masyarakat,” ujarnya.
Di akhir acara dilakukan penyerahan dokumen RKPDes oleh Ketua BPD kepada Kepala Desa sebagai tanda resmi penetapan. (Oe)








Komentar