oleh

TP PKK Pandeyan Boyolali Gelar Halal Bihalal, Sucikan Hati, Kuatkan Kolaborasi

-Daerah-571 views

INDONNESIANEWS (Boyolali) – Memanfaatkan momentum bulan Syawal 1447, TP PKK Pandeyan menggelar acara Halal Bihalal dengan tema “Sucikan Hati, Kuatkan Kolaborasi”, dengan penceramah Dyah Evita Maulida, di Aula Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Selasa (14/4/2026) sore.

Acara diikuti ratusan anggota TP PKK Pandeyan dan diawali dengan ikrar halal bihalal yang dipimpin seorang anggota TP PKK Pandeyan dan diikuti seluruh peserta dengan khidmat.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Pandeyan, Hana Rini Hastuti, S.H., menjabarkan makna Halal Bihalal sebagai momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan pasca-Idulfitri, melainkan sarana strategis untuk menyatukan langkah seluruh kader PKK.

Lebih lanjut, Hana menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat hanya lahir dari hati yang bersih. Ia mengajak seluruh anggota untuk meninggalkan ego sektoral dan mulai bekerja bersama demi kemajuan Desa Pandeyan.

“Mari kita jadikan Halal Bihalal ini titik awal untuk membersihkan hati dari segala salah dan khilaf. Karena hanya dengan hati yang suci, kita bisa kuatkan kolaborasi untuk membangun keluarga dan desa yang lebih baik,” tegasnya.

Perwakilan TP PKK Kabupaten Boyolali, Endyomani Galuh Pratiwi, dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kekompakan TP PKK Pandeyan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh nyata bagaimana PKK di tingkat desa mampu menggerakkan anggotanya secara masif dan terorganisir.

Endyomani juga menekankan pentingnya peran perempuan PKK sebagai motor penggerak pembangunan dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, jika setiap kader mampu menjaga hati dan memperkuat kerja sama, maka program-program PKK akan lebih mudah terealisasi.

“TP PKK Pandeyan sudah membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci. Saya yakin, dari hati yang bersih akan lahir program-program hebat yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Endyomani.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Dyah Evita Maulida mengajak seluruh hadirin memaknai Syawal sebagai bulan peningkatan kualitas diri.

“Syawal artinya peningkatan. Setelah Ramadan kita ditempa, maka Syawal ini saatnya kita buktikan dengan hati yang lebih bersih dan akhlak yang lebih baik,” ucap Dyah membuka tausiah.

Ia menjelaskan, sucinya hati bukan berarti tanpa salah, tetapi hati yang mau meminta maaf dan memberi maaf dengan tulus. Dari hati yang lapang itulah kolaborasi bisa tumbuh subur di tengah masyarakat.

“Kolaborasi tidak akan kuat kalau hatinya masih kotor oleh dengki dan prasangka. Sucikan dulu hati, maka tangan kita akan ringan untuk saling membantu,” pesannya.

Dyah juga mengingatkan bahwa kekuatan perempuan PKK terletak pada kemampuannya merangkul, bukan memukul. Semangat kebersamaan harus dikedepankan dibanding kepentingan pribadi.

Menutup tausiah, ia berpesan agar semangat Halal Bihalal tidak berhenti di aula saja, tetapi dibawa pulang ke rumah dan lingkungan masing-masing.

“Jadilah pelita di keluarga. Kalau hati ibu-ibu PKK sudah suci dan kompak, insyaallah Desa Pandeyan akan semakin maju, sejahtera, dan penuh berkah,” pungkas Dyah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan saling bermaaf-maafan antara semua peserta yang hadir, menambah kehangatan suasana Syawal di Aula Desa Pandeyan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *