oleh

Ribuan Rumah di Sukoharjo Masih Terendam Banjir Hingga Rabu Siang

-Daerah-331 views

INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Ribuan rumah di beberapa wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sampai Rabu (15/4/2026) siang masih terendam banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter dan sudah masuk ke permukiman warga.

Berdasarkan data lapangan, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Baki dan Kecamatan Grogol. Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, menyebut desa terdampak antara lain Manang, Sanggrahan, Banaran, Cemani, Gedangan, dan Langenharjo. Di wilayah Baki, genangan juga dilaporkan terjadi di Desa Gentan.

Luapan terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (14/4/2026) sore. Salah satu warga Sanggrahan, Naharuddin, mengaku air mulai naik ke permukiman sekitar pukul 19.30 WIB. “Air mulai naik sehabis isya tadi. Paling tinggi 50 sentimeter, sebagian ada yang sudah masuk rumah,” ujarnya. Ia menambahkan, banjir dipicu anak sungai Bengawan Solo yang tidak mampu menampung debit air, ditambah kiriman air dari wilayah Gentan.

Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya menjelaskan ketinggian air mencapai 30an centimeter dan sifatnya hanya luberan. Warga yang rumahnya kemasukan air memilih mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi. Pihaknya memperkirakan air akan cepat surut jika hujan reda dan tidak ada kiriman air dari wilayah barat seperti Kecamatan Gatak.

Kalak BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan tim bersama relawan masih melakukan assessment di wilayah terdampak, terutama di Gentan dan Langenharjo. Hingga Rabu siang, genangan masih menutup akses jalan desa dan merendam ribuan rumah warga.

Sementara itu, Ketua Tim Relawan Sanggrahan, Winarno, mengungkapkan sekitar 80% rumah di Desa Sanggrahan terendam banjir yang berasal dari luapan Sungai Gentan. Banjir, kata dia, mulai merendam rumah warga mulai pukul 06.00 sore dan puncaknya pukul 02.00 WIB dini hari, dengan ketinggian mulai 30–70 cm.

Akibat banjir, balita, anak-anak, dan lansia diungsikan ke tempat aman. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan untuk warga seperti balita, anak-anak dan lansia sudah diungsikan ke tempat aman,” ujarnya.

Selain itu akses jalan dari Solo ke Wonogiri akibat peristiwa yang disebabkan oleh alam tersebut tersendat dan bahkan dialihkan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *