oleh

Warga Solo Meriahkan Idul Adha dengan Olah Tongseng, Sate, Rendang, Rawon dan Hidangan Lain

-Kuliner-11 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Suasana Idul Adha 1447 H di berbagai kampung Kota Solo terasa hangat dan meriah. Sejak pagi, warga antusias mengolah daging kurban menjadi aneka hidangan khas seperti tongseng, sate, rendang, rawon, hingga gulai. Aroma rempah dan asap pembakaran sate mewarnai gang-gang sejak pukul 07.00 WIB, Jumat, 29 April 2026.

Salah satu warga, Udin, mengaku sejak subuh sudah sibuk di dapur untuk mengolah daging kurban. Ia memilih membuat tiga menu sekaligus yakni rendang, rawon, dan tongseng. “Kalau Idul Adha ya wajib ada rendang. Rawon juga buat sarapan, biar seger. Tongsengnya buat makan siang bareng tetangga,” ujar Udin saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Sangkrah.

Olahan Tongseng

Udin menambahkan, kunci rendang yang ia buat adalah kesabaran mengaduk santan sampai benar-benar mengental dan tanek. Untuk rawon, ia menggunakan kluwek pilihan agar kuahnya hitam pekat dan gurih. Sementara tongsengnya sengaja ia buat pedas dan medok sesuai selera warga sekitar. “Ribut-ribut dikit nggak apa-apa, yang penting rame dan kebagian semua,” katanya sambil mengaduk kuali besar.

Berbeda dengan Udin, Ajeng, warga Nusukan Tegalmulyo, lebih fokus membuat sate dan tongseng. Bersama ibu-ibu PKK, ia membagi tugas mulai dari memotong daging, membuat bumbu kacang, hingga membakar sate di depan rumah. “Sate itu paling cepat habis. Anak-anak suka. Tongsengnya juga saya bikin banyak, soalnya tetangga pada minta resepnya,” ucap Ajeng sambil membalik tusukan sate di atas arang.

Ajeng mengaku resep tongsengnya turun-temurun dari nenek. Ia menambahkan kecap manis dan irisan tomat di akhir agar kuahnya segar. “Kalau sate, bumbunya nggak neko-neko. Bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, sama kacang tanah sangrai. Yang penting dagingnya empuk,” jelasnya. Ia juga membagikan sebagian sate dan tongseng ke warga yang tidak mendapat kurban.

Olahan Rendang

Tak hanya dua menu itu, warga lain juga mengolah daging kurban menjadi gulai, semur, dan sop. Gotong royong terlihat jelas mulai dari proses penyembelihan, pembagian daging, hingga memasak bersama. Panitia kurban setempat mencatat total ada 68 ekor sapi dan 215 kambing yang disembelih di wilayah Kota Solo.

Perayaan Idul Adha kali ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga. Hidangan tongseng, sate, rendang, rawon dan lainnya tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menjadi simbol kebersamaan. “Idul Adha itu bukan soal dagingnya, tapi kebersamaannya. Makan bareng, ketawa bareng, itu yang berkah,” tutup Ajeng. (Ratu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *