oleh

SPPG Karanganom 2 Resmi Dibuka, Siap Layani 965 Siswa Program MBG di Kecamatan Karanganom Klaten

INDONNESIANEWS (Klaten)–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Klaten terus diperluas. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom 2 yang berlokasi di Jalan Jatinom-Penggung, kawasan Kodim 0723/Klaten resmi dibuka atau grand opening_ pada Jumat (10-7-2026) siang, sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program nasional peningkatan gizi bagi anak sekolah.

Peresmian SPPG Karanganom 2 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SPPG Karanganom 2, Muhammad Huda Helmiansyah. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Camat Karanganom, Joko Handoyo, di atas panggung. Acara itu disaksikan oleh Pemilik Yayasan Manunggal Kartika Jaya sekaligus mitra penyedia fasilitas SPPG, Dwiki Mahesa Putra, Forkopimcam, jajaran Kodim 0723/Klaten, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, serta pemerintah desa.

Pemilik Yayasan Manunggal Kartika Jaya sekaligus mitra penyedia fasilitas SPPG, Dwiki Mahesa Putra, di sela-sela acara mengatakan SPPG ke-23 miliknya tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada Senin (13-7-2026). Pada awal operasi, sebanyak 965 siswa akan menjadi penerima manfaat program MBG.

“Sementara pengelolaan operasional dapur berada di bawah tanggung jawab Kepala SPPG. Mulai tanggal 13 Juli kami sudah mulai berjalan. Tahap awal akan melayani 965 penerima manfaat sesuai sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Di Klaten, tambahnya, pihaknya mulai membangun dapur SPPG sejak November 2024. Hingga saat ini sudah terbangun 3 titik dapur di wilayah tersebut. “Jadi total dapur yang kami bangun ada 28 titik, tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Alhamdulillah ini dapur yang ke-23 yang sudah berjalan, dan masih ada 5 dapur lagi yang belum beroperasi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala SPPG Karanganom 2, Muhammad Huda Helmiansyah, menegaskan seluruh bahan baku makanan diprioritaskan berasal dari petani, pedagang lokal, serta pelaku UMKM di wilayah Karanganom.

“Untuk bahan baku kami tetap melibatkan petani lokal dan UMKM agar manfaat program ini juga dirasakan masyarakat sekitar,” kata Helmi.

Ia menambahkan, penyusunan menu dilakukan berdasarkan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Hal itu untuk memastikan kandungan gizi, kualitas bahan pangan, serta proses pengolahan makanan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Untuk menjamin keamanan pangan, pengawasan dilakukan secara ketat setiap hari. Pemeriksaan dimulai dari bahan baku yang masuk, proses memasak, hingga distribusi makanan. Seluruh petugas juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan dilarang memakai perhiasan selama produksi.

Pada tahap awal, ada enam sekolah yang menjadi penerima manfaat. Yakni TK Rabbani, SD Rabbani, SD Negeri 12, MTs Al Muttaqin, SMA Pancasila Sakti, dan SLB Binastika. Total 965 siswa akan menerima makanan bergizi setiap hari sekolah. Sementara untuk perluasan sasaran masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Menurut Helmi, seluruh sumber daya manusia di SPPG mulai dari tenaga gizi, tenaga keuangan, kepala dapur hingga relawan telah siap menjalankan operasional sesuai jadwal.

Kehadiran SPPG Karanganom 2 diharapkan menjadi penggerak suksesnya Program MBG di Kabupaten Klaten. Sekaligus membuka peluang pemberdayaan petani dan UMKM lokal melalui penyediaan bahan pangan yang berkelanjutan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *