oleh

Tradisi Berburu Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo, Ada Sejak 1985

-Kuliner-64 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Bubur Samin khas Banjar jadi menu takjil primadona di Masjid Darussalam, Jayengan, Solo, selama Ramadan. Takmir masjid kembali membagikan bubur ini gratis kepada warga menjelang buka pada puasa Ramadhan 1447 H ini.

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 1985 dan menjadi tradisi tahunan. Masyarakat dari berbagai kalangan, tua, muda, dan anak-anak, mengantre untuk mendapatkan bubur Samin.

Rita Dwi Wulandari, pengantre bubur, mengatakan rasa rempah-rempah bubur Samin membuatnya ingin datang lagi. “Setiap hari antre bubur. Bubur ini rasa rempahnya bikin kita ingin datang lagi,” katanya.

Bubur Samin juga membantu warga yang membutuhkan. Yamti, pengantre lain, mengaku telah tiga kali ikut antre mendapatkan bubur Samin. “Enak, rasa saya rempahnya enak. Kenyang juga,” ucapnya.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, Muhammad Rosyidi Muchdor, menceritakan sejarah Bubur Samin yang dibagikan selama Ramadan. Mulanya, warga Banjar yang merantau di Solo menyediakan menu berbuka puasa khas Kalimantan.

Menu ini makin diburu warga, tidak hanya muslim tapi juga nonmuslim. Jumlah beras yang dipakai untuk bubur selalu bertambah, dari 15 kg pada 1985 menjadi 47 kg pada 2014.

Dari 47 kg beras, bisa menjadi 250-1.300 porsi. Yang 200 porsi untuk takjil masjid, sisanya dibagikan kepada masyarakat.

Dana pembuatan bubur berasal dari alumnus Masjid Darussalam yang berada di daerah lain, seperti Singapura dan Solo Raya. “Alhamdulillah, kita memutar dan dapat donasi,” kata Rosyidi.

Bubur Samin diramu dengan bumbu khas Kalimantan, daging, dan sayuran. Rasa yang enak membuatnya jadi menu takjil favorit warga.

Warga dari berbagai daerah datang untuk mencicipi Bubur Samin. “Besok-besok mau antre lagi,” kata Yamti.

Tradisi berbagi Bubur Samin ini menunjukkan kebersamaan dan kepedulian masyarakat. Semoga tradisi ini terus berlanjut.

Masjid Darussalam menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan selama Ramadan. Warga sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bubur Samin khas Banjar jadi simbol kebersamaan dan kehangatan Ramadan di Solo. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *