INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua DPD II Partai Golkar Klaten, Basuki Efendi, menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam reses tahap 3 Dapil V yang digelar di Aula Ponpes Syahid Al Ma’arif, Trucuk, Klaten, Minggu (17-5-2026). Menurutnya, kerja besar Partai Golkar di Klaten tahun ini adalah reorganisasi partai yang tidak bisa dikerjakan sendiri.
Basuki menekankan, untuk mewujudkan mimpi bersama, Golkar harus berkolaborasi dengan semua pihak di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Ia mengingatkan kader dan simpatisan agar memahami manfaat menjadi bagian Golkar dan tidak menyalahkan partai jika tidak mampu memanfaatkannya.
“Yang sudah tahu manfaat jadi anggota Golkar ya anda. Kalau ngga bisa memanfaatkan jangan salahkan Partai Golkar, karena ini partai besar. Harus biasa membaca situasi politik dan berkolaborasi untuk mewujudkan mimpi anda semua,” ujar Basuki.

Sebelum Basuki, anggota DPRD Provinsi Jateng dari Partai Golkar Anton Lami juga hadir dalam kesempatan yang sama. Ia menyampaikan rencana konsolidasi organisasi Partai Golkar yang akan dilakukan di 26 kecamatan se-Klaten.
Tujuan konsolidasi ini adalah memperkuat struktur partai hingga ke tingkat ranting agar lebih solid menghadapi agenda politik ke depan. Melalui konsolidasi, Golkar ingin memastikan kader dan pengurus memahami arah kebijakan partai dan mampu menerjemahkannya di masyarakat.
Anton menambahkan, konsolidasi juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat jaringan. Dengan organisasi yang rapi, Golkar diharapkan lebih efektif dalam menyerap aspirasi warga dan menjalankan program-program kerakyatan.
Endah Ajak Warga Senam Bersama
Anggota DPRD Klaten dari PPP, Endah Rohmawati, menggelar reses di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu. Uniknya, sebelum menyampaikan tujuan reses, Endah mengajak sekitar 200 masyarakat untuk senam bersama di jalan depan balai desa sebagai pembuka acara.

Usai senam, kegiatan dilanjutkan di dalam balai desa. Endah menyampaikan seluruh program kerjanya di hadapan warga yang datang dari empat kecamatan, yaitu Delanggu, Wonosari, Juwiring, dan Ceper.
Dalam kesempatan itu, Endah menyoroti persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan atau KIS di Klaten. Ia menyebut sebanyak 52 ribu peserta keluar dengan berbagai alasan, salah satunya ekonomi. Endah mengajak warga yang keluar untuk kembali mendaftar karena manfaatnya besar bagi individu maupun keluarga.
Selain itu, Endah juga mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi melalui proposal yang bisa diserahkan langsung kepadanya. Ia berharap jalur komunikasi ini memudahkan warga dalam mengusulkan kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
Setelah menyampaikan aspirasinya, Endah membagi-bagikan sembako kepada seluruh masyarakat yang hadir di acara tersebut. (Oe)








Komentar