oleh

TEI Gandeng HIMKI, Bidik Ekspor Mebel dan Kerajinan Tembus 6 Miliar Dolar AS

-Ragam-31 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Pemerintah bersama pelaku usaha terus memperkuat upaya mendongkrak ekspor produk mebel dan kerajinan asal Indonesia. Komitmen itu disampaikan dalam CEO Gathering Trade Expo Indonesia (TEI) yang berlangsung di Hotel Alila Solo, Kamis (20/8/2026). Acara ini turut dihadiri Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menyebut Indonesia punya modal kuat untuk bersaing di pasar global. Ketersediaan bahan baku seperti rotan, kayu, bambu, hingga serat alami ditambah ekosistem industri yang sudah terbentuk menjadi keunggulan tersendiri.

Sayangnya, potensi besar itu belum diiringi dengan capaian ekspor yang maksimal. Data saat ini menunjukkan ekspor mebel Indonesia baru menyentuh angka 2,4 miliar dolar AS. Sementara jika digabung dengan kerajinan, nilai tertingginya pernah di angka 3,6 miliar dolar AS.

“Padahal kita punya rotan, serat, kayu, bambu. Ekosistemnya juga sudah jalan. Tapi kenapa ekspor kita baru 2,4 miliar dolar? Kalau ditambah kerajinan pernah 3,6 miliar dolar,” ungkap Sobur.

Untuk mengejar target lebih tinggi, HIMKI mendorong agar TEI dimaksimalkan sebagai jembatan antara produsen dalam negeri dengan buyer internasional. HIMKI juga mengusulkan dibentuknya tim khusus bersama Kementerian Perdagangan.

“Kami ingin kontribusi besar untuk ekspor nasional. Karena itu kami mengusulkan pembentukan task force antara Kemendag dan HIMKI. Tujuannya mengawal target ekspor mebel dan kerajinan mencapai 6 miliar dolar AS pada 2031,” tegasnya.

Mendukung usulan itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan HIMKI. Ia menyebut program ini sejalan dengan agenda besar Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan digelar 14-18 Oktober 2026.

“Kami ajak teman-teman HIMKI bergabung. Nanti ada paviliun khusus furnitur. Harapannya ekspor furnitur kita terus naik,” kata Budi usai acara.

Budi menambahkan, TEI tahun ini akan menghadirkan banyak buyer dari berbagai negara, termasuk yang fokus pada produk furnitur. Sebelumnya, peserta TEI juga akan mengikuti business matching daring agar saat buyer tiba di Indonesia sudah ada potensi kontrak dagang.

“Jadi ketika buyer datang ke Indonesia, mereka sudah punya calon mitra dan siap kontrak. Itu yang kita harapkan,” jelasnya.

Ia menargetkan hasil TEI 2026 melampaui tahun lalu yang mencatatkan transaksi 2,8 miliar dolar AS. “Tahun ini targetnya lebih tinggi, pesertanya juga lebih banyak. Mudah-mudahan transaksinya bisa lebih bagus dari 2,8 miliar dolar AS,” pungkas Budi. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *