INDONNESIANEWS (Klaten)–Ratusan siswa dari 31 SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Klaten mengikuti Pencanangan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) yang dipusatkan di Gedung Ganesha SMP Negeri 2 Klaten, Rabu (5-11-2026).
Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, MKKS SMP Kabupaten Klaten, Insan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK Kabupaten Klaten), Barisan Anti Narkoba Nasional (BANN Kabupaten Klaten), serta didukung Pemda Klaten, BNN, dan Polres Klaten.
Acara dihadiri Ketua IPPK-BANN Kabupaten Klaten Drs. H. Djoko Sutrisno, MM, Kepala BNN Kota Surakarta Kombespol Eko Hengki Prayitno, S.I.K., M.M yang mewakili Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Kasat Narkoba Polres Klaten Kompol Ahmad Sugeng yang mewakili Kapolres Klaten, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Agus Setyawan, S.STP., M.Hum yang mewakili Plt. Bupati Klaten.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BNN, dilanjutkan Ikrar Pelajar Stop, Tolak dan Lawan Narkoba, serta doa bersama oleh Edy Ahyadi, S.M.,S.Ag., M.Pd.
Selanjutnya, belasan siswa SMP Negeri 2 Klaten maju ke depan. Satu siswi membacakan ikrar yang kemudian diikuti secara serentak oleh ratusan siswa peserta pencanangan.
Setelah itu dilanjutkan prakata oleh Plt. Kepala SMP Negeri 2 Klaten, Suroso, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutan singkatnya, ia berharap generasi mendatang terbebas dari narkoba.
“Siap. Siap. Siap Stop Narkoba! Siap tidak kenal narkoba, siap! Sebab sekali kenal narkoba, saya yakin masa depan kamu akan hancur,” tegas Suroso yang langsung dijawab serentak oleh siswa dengan kata ‘Siap’.
Dalam sambutannya, Ketua IPPK Kabupaten Klaten Drs. H. Djoko Sutrisno, MM mengatakan kegiatan ini merupakan program pencanangan Sekolah Bersinar tahap pertama untuk tingkat SMP. Tahap kedua akan diselenggarakan dua minggu lagi untuk tiga wilayah di Delanggu, Pedan, dan Jatinom.

Ia menyampaikan, IPPK-BANN sudah 14 tahun bergerak. Hampir semua sekolah SMA sudah didatangi. Pencanangan Sekolah Bersinar tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Klaten sudah dilaksanakan tahun lalu. Bersama Bupati Klaten, pihaknya juga telah mencanangkan Desa Bersinar, Kecamatan Bersinar, Kampus Bersinar, dan Sekolah Bersinar di SMK N 2 Klaten.
“Jadi cukup lengkap. Dan rasa-rasanya tidak percaya, orang tua-tua kok masih seperti ini (aktif kegiatan anti narkoba). Bisa seperti ini kami minta dukungan junior-junior saya, adik-adik saya, agar telaten. Meskipun kita masih prihatin dengan kondisinya, tapi kita tidak boleh menyerah. Dunia pendidikan tidak boleh menyerah. Pendidikan anti narkoba, pendidikan anti korupsi, pendidikan anti perundungan terus kita galakkan,” tuturnya.
“Anak-anak siap nggih semuanya anti narkoba, anti korupsi, anti perundungan. Yang paling penting adalah menebar kebaikan,” paparnya.
Selain itu, IPPK juga memiliki program pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba. “Kalau kemarin banyak dari SMA/SMK, besok juga akan kita adakan untuk tingkat SMP,” ujar Djoko Sutrisno.
Dikawal oleh IPPK-BANN, siswa SMA dari Kecamatan Wedi berhasil meraih Juara 2 Duta Pelajar Anti Narkoba tingkat Jawa Tengah. “Bukan tujuan untuk eksistensi juga,” tutupnya.
Peran IPPK-BANN dalam Penanggulangan Narkoba
Ketua IPPK-BANN Klaten Drs. H. Djoko Sutrisno, MM menjelaskan, peran serta IPPK, Formas Annar dan BANN Kabupaten Klaten dalam penanggulangan narkoba di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat dilakukan melalui kegiatan ceramah di Pendopo Pemda, kampus Unwidha, UMKLA, dan langsung di beberapa sekolah se-Kabupaten Klaten. Sebagai narasumber adalah dari BNN Pusat, BNN Provinsi, BNN Kota Surakarta, Polres Klaten dan Tim BANN-IPPK Klaten.
Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pencanangan Kampung Tangguh Narkoba dan Desa Bersinar di 3 kecamatan dan 38 desa di wilayah Klaten.
Secara rutin tahunan juga diadakan Lomba Kreativitas Pelajar Anti Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) setiap 26 Juni. Dalam peringatan HANI selain dihadiri Bupati, Kapolres, dan BNN Provinsi, juga pernah hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dr. Uswatun Hasanah dan Dr. Sadimin.

Pada tahun 2025 telah diadakan Pencanangan Sekolah Bersinar tingkat SMA di SMA N 3 Klaten dan tingkat SMK di SMK N 1 Klaten yang diikuti sekitar 500 siswa.
“Berdasarkan audiensi IPPK-BANN dengan Kepala Dinas Pendidikan yang baru, disepakati adanya Pencanangan Sekolah Bersinar SMP se-Kabupaten Klaten, untuk tahap pertama tanggal 5 November yang diikuti sekitar 150 peserta dari kepala sekolah, guru PPKn dan perwakilan siswa,” ujarnya.
Kegiatan rutin tahunan lainnya adalah mengisi materi penanggulangan narkoba pada MPLS siswa baru di beberapa SMP/SMA/SMK. Yang membanggakan, salah satu siswi SMA di Wedi terpilih sebagai Juara 2 Duta Pelajar Anti Narkoba Jawa Tengah tahun 2026 di Semarang.
Adapun motor penggerak agenda penanggulangan narkoba adalah BANN-IPPK yang beberapa waktu lalu dikukuhkan oleh Bupati Klaten, dengan Drs. Djoko Sutrisno sebagai Ketua Umum dan Ir. Sugeng Santosa, MM selaku Ketua Harian, yang setelah pelantikan mendapatkan penghargaan dari BNN Pusat yang diserahkan langsung oleh Kepala BNN Pusat.
Pencanangan Sekolah Bersinar menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, dengan semangat “Mengabdi Tiada Henti, Klaten Bersinar”.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Surakarta Kombes Pol. Eko Hengky Prayitno yang hadir mewakili BNN Provinsi Jawa Tengah mengingatkan bahwa ancaman narkoba kini dapat menyasar siapa saja.
Termasuk anak-anak usia sekolah yang hidup di era keterbukaan informasi dan pergaulan tanpa batas.
menekankan agar para pelajar tidak mudah percaya dengan bujukan untuk mencoba narkoba meski hanya sekali. Dalam arahannya, ia menyampaikan tiga pesan penting kepada para siswa.

“Jangan takut mengatakan tidak jika ada teman atau pihak yang menawarkan atau mengajak menggunakan narkoba. Bagi yang terlanjur terpapar atau menyalahgunakan narkoba, tidak perlu takut untuk melapor agar bisa direhabilitasi hingga pulih secara gratis dengan jaminan kerahasiaan identitas,” ucapnya.
Selain itu, para siswa diminta untuk berani lapor jika mengetahui adanya peredaran atau penyelewengan narkoba di lingkungan sekolah maupun pergaulan. Harapannya segera sampaikan kepada guru, orang tua atau pihak berwenang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Agus Setyawan Prasetyoko dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPPK, BANN, MKKS SMP, serta dukungan penuh dari BNNP Jawa Tengah dan Polresta Klaten.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk melindungi anak-anak penerus bangsa dari ancaman bahaya laten narkotika.
Terlebih lagi, usia siswa SMP merupakan fase remaja yang sangat dinamis, penuh rasa ingin tahu dan sedang giat mencari jati diri.
“Fase tersebut menjadi masa yang sangat rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan luar, termasuk bujuk rayu penyalahgunaan narkoba. Jika tidak kita bentengi secara ketat sejak dini, maka masa depan mereka, keluarga, serta masa depan bangsa Indonesia akan berada dalam taruhan yang sangat besar,” tegas Agus.
Ia berpesan kepada para pelajar agar menyalurkan energi dan kreativitas ke dalam hal-hal positif, seperti giat belajar, aktif dalam kegiatan keagamaan, seni, olahraga, serta organisasi sekolah yang membangun prestasi, sembari menegaskan agar mereka berani mengatakan tidak pada narkoba.
Acara ditandai dengan penandatanganan Pencanangan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) oleh Kepala BNN Surakarta, Kasatnarkoba polresta Klaten, dan Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Dilanjutkan penandatanganan Deklarasi Sekolah Bersinar oleh perwakilan siswa se-Kabupaten Klaten. Diatas spanduk bertuliskan Kami Pelajar SMP se-Kabupaten Klaten mengatakan Stop, Tolak dan Lawan Lawan Narkoba membubuhkan tandatangan. Kegiatan ditutup dengan penyampaian materi pencegahan narkoba oleh Tim BNN Kota Surakarta dan dialog tanya jawab dengan siswa. (Oe)








Komentar