oleh

BULOG Surakarta Jaga Peternak Mikro Lewat Jagung SPHP Rp5.000/Kg dan Serap Telur Lokal

-Ragam-37 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta turun langsung membantu peternak ayam petelur mikro di Solo Raya. Lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), BULOG menyalurkan jagung pakan hanya Rp5.000 per kilogram di gudang.

Langkah ini untuk menekan biaya pakan yang selama ini jadi beban terbesar peternak kecil.

Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta, Dwi Yuniarko, menjelaskan penyaluran dilakukan melalui koperasi-koperasi yang ada di Solo Raya agar lebih tepat sasaran.

Untuk realisasi, penyaluran tahap pertama SK 1 dan SK 2 sudah 100 persen tercapai. Sementara SK 3 masih berjalan dan ditargetkan tuntas paling lambat 20 November 2026.

“Koordinasi terus kami lakukan dengan dinas terkait, koperasi, dan para peternak untuk mempercepat penyaluran jagung SPHP di Solo Raya,” kata Dwi.

Tak hanya menyalurkan jagung murah, BULOG Surakarta juga menyerap telur ayam dari peternak lokal. Upaya ini untuk menjaga harga telur di tingkat peternak tetap stabil dan usaha mereka tetap jalan.

Pembelian telur dilakukan dengan melihat kebutuhan dan peluang pasar yang sedang dijajaki BULOG.

Menurut Dwi, komitmen BULOG adalah menjaga iklim usaha peternakan ayam petelur lokal, terutama skala mikro, agar tetap bertahan di tengah fluktuasi harga.

Program ini merupakan bagian dari Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro melalui pembelian telur dan penyaluran jagung SPHP.

Di wilayah kerja BULOG Kanwil Jawa Tengah, kegiatan ini dijalankan di empat daerah yakni Kabupaten Kendal, Pati, Karanganyar, dan Tegal. Total jagung SPHP yang disalurkan mencapai 62.010 kilogram, sedangkan pembelian telur ayam dari peternak mencapai 1.143 kilogram.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan dukungan untuk peternak mikro adalah bagian penting dari tanggung jawab BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, stabilitas pangan tidak hanya soal ketersediaan di pasar, tetapi juga bagaimana pelaku usaha di hulu bisa terus berproduksi dan berkembang.

“Melalui program ini kami berharap peternak mikro bisa menjaga produktivitas dan ada keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual,” pungkasnya. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *