oleh

Midodareni, Malam Sakral Menata Batin Jelang Pernikahan Ageng di Mangkunegaran

-Ragam-36 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Menjelang pernikahan, Dhaup Ageng antara G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo dan K.P.H. FX. Adimas Rosdian, BBusCom yang akan digelar Jumat, 6 November 2026, Pura Mangkunegaran menggelar tradisi sakral Midodareni, Kamis (5-12-2026) malam.

Dalam prosesi ini, calon mempelai putri menghabiskan malam di Pracimayasa, kawasan Keputren, dan tidak diperkenankan keluar hingga malam berlalu. Sementara calon mempelai pria bersama keluarga menuju Pendapa Ageng.

Prosesi Midodareni diawali dengan kedatangan rombongan calon mempelai pria dari Ndalem Prangwedanan. Sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan tiba di Bangsal Tosan. Setibanya di lokasi, dilaksanakan tata cara Pasrah Tinampi dan seserahan yang diterima oleh GKP Mangkunegoro IX.

Rangkaian dilanjutkan dengan prosesi Tumuruning Kembar Mayang. Kembar mayang beserta kelengkapannya dibawa dari Bangsal Tosan menuju Ndalem Ageng. Kembar mayang ini bermakna doa dan harapan agar Tuhan memberi restu dan perlindungan kepada kedua mempelai.

Dalam rangkaian Dhaup Ageng ini, terdapat empat pasang kembar mayang yang ditempatkan di empat lokasi, yakni Ndalem Ageng, Pelaminan, Kamar Pusaka, dan Prangwedanan. Prosesi ini menjadi bagian dari tata cara adat yang menyertai persiapan pernikahan.

Setelah itu, keluarga besar menerima sambutan selamat datang yang disampaikan oleh K.P.H. Tjuk Susilo, M.P.A. Acara kemudian dilanjutkan dengan sajian Tari Srimpi Sura Asmara, karya maestro tari R.Ng. Rusini, yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

Rangkaian Midodareni kemudian dilanjutkan dengan tata cara pemberian Kancing Gelung kepada calon mempelai pria oleh GKP Mangkunegoro IX. Setelah prosesi tersebut selesai, rombongan calon mempelai pria kembali menuju Ndalem Prangwedanan.

Melalui rangkaian Midodareni, Dhaup Ageng http://G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo dan K.P.H. FX. Adimas Rosdian, B.BusCom memperlihatkan kesinambungan antara persiapan batin calon pengantin, tata cara adat, dan pelestarian seni tradisi. Malam menjelang akad nikah pun menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kehidupan rumah tangga.

Juru Bicara Dhaup Ageng Mangkunegaran, K.P.H. Tjuk Susilo, M.P.A., menjelaskan Midodareni merupakan bagian dari prosesi Siraman hingga hari pernikahan.

“Malam Midodareni ini, menurut sejarah dan tradisinya, dipercaya sebagai malam ketika para bidadari turun dari kayangan untuk menghampiri calon pengantin putri. Kehadiran mereka memberikan penguatan serta memperdalam kesiapan lahir dan batin calon pengantin,” jelas Kanjeng Tjuk.

Selain makna spiritual tersebut, malam Midodareni juga menjadi waktu untuk menyempurnakan kelengkapan perabot dan ageman temanten, sehingga calon pengantin tampil lebih cantik dan anggun.

“Harapannya, calon pengantin yang besok pagi akan menikah sudah benar-benar siap. Malam Midodareni ini juga menjadi waktu bagi calon pengantin untuk berdoa dan menyendiri, memusatkan pikiran serta mempersiapkan diri untuk hari esok,” lanjutnya. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *