oleh

Bakal Calon Kades Gentan H. Moch Samrodin Usung Tiga Program Unggulan, Dari THR Warga Sampai Urus Surat Lewat WA

-Ragam-55 views

INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Baliho bakal calon Kepala Desa Gentan periode 2026-2034, H. Moch Samrodin, SE., MM, mulai menghiasi sudut-sudut Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Saat ditemui, mantan anggota DPRD Sukoharjo tiga periode (2009-2024) yang saat ini menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kartasura itu mengaku tertarik maju Pilkades karena didorong dan dicalonkan langsung oleh perwakilan tokoh masyarakat Gentan.

Ia pun mengutip sebuah hadist sebagai landasan pengabdiannya. “Khairun naas anfa’uhum lin naas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain,” – Hadits riwayat Ath-Thabrani dan Ad-Daruquthni.

Samrodin menegaskan prinsip hidupnya adalah terus berbuat kebaikan tanpa mengenal kata pensiun. “Yang namanya berbuat kebaikan itu sampai kapan, ya sampai nafas berhenti baru berhenti, artinya tidak ada kata pensiun,” ujar Samrodin.

Terkait visi misi, Ia akan membawa Gentan menjadi desa yang mandiri, modern, bersih, dan guyub. Dari visi tersebut, ia menurunkan menjadi tiga program unggulan.

Program pertama adalah bagi hasil warga yang akan diwujudkan dalam bentuk tunjangan hari raya atau THR setiap tahun.

Menurut bapak lima anak tersebut, program THR bisa terwujud jika pengelolaan pemerintahan desa bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ia melihat ada potensi besar dari aset desa, seperti Pasar Gentan yang di dalamnya terdapat 126 los, 82 kios, dan 13 ruko, serta aset di Lapangan Gentan dengan 60 kios, 14 ruko lainnya, dan Lumbung Mart.

Selain itu ada potensi bagi hasil pajak dan retribusi daerah yang nilainya mencapai 257 juta rupiah sebagai yang tertinggi di Kecamatan Baki, plus pengelolaan gedung pertemuan dan fasilitas olahraga bulu tangkis.

“Jadi pengelolaan dari hasil desa itu akan kita kembalikan kepada warga, berwujud tunjangan kesejahteraan menjelang hari raya, istilahnya THR,” jelas Samrodin.

Program kedua adalah Gentan Berdaya yang fokus pada penguatan UMKM. Ia menilai tingkat kewirausahaan di Indonesia masih di bawah 20 persen, sehingga warga Gentan perlu didorong untuk terjun ke dunia wirausaha.

“Bagaimana masyarakat Gentan itu tertarik dengan dunia wirausaha terutama di UMKM. Tentunya akan kita berikan pelatihan dengan menggandeng dari Dinas Kementerian Tenaga Kerja,” ujarnya.

Sedangkan program ketiga adalah kemudahan urus surat cukup dari rumah melalui layanan desa digital via WhatsApp, sehingga warga tidak perlu lagi datang ke balai desa untuk mengurus administrasi kependudukan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *