oleh

Puluhan Driver Bajaj Geruduk Kantor Max Ride Solo, Protes Sewa Naik dan Minta Denda Dihapus

-Daerah-37 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Puluhan Driver Bajaj Solo yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Bajaj Surakarta (PASOBAS) mendatangi Kantor Bajaj Solo di Jalan Adi Soemarmo, Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Jumat (5-6-2026). Mereka memprotes sejumlah kebijakan ditempat mereka menyewa Bajaj itu yang dinilai merugikan driver.

Aksi dimulai usai sholat Jum’at dari sekitar Bendung Tirtonadi Solo. Para driver dengan bajaj masing-masing menuju kantor Max Ride sejauh sekitar 2 kilometer. Di kantor Max Ride setelah menunggu sekitar setengah jam, mereka diterima City Manager Bajaj Solo, Ongky Arsi.

Pertemuan berlangsung tertutup di ruang City Manager selama sekitar satu jam. Driver diwakili Koordinator lapangan PASOBAS, Iwan Suryanto dan Ketua PASOBAS, Soeharto serta pengurus lainnya.

Iwan mengatakan keberatan utama driver adalah kenaikan sewa harian unit. Saat ini sewa bajaj sebesar 80 ribu per hari. Kenaikan terjadi sejak tiga bulan terakhir, dari sebelumnya 50 ribu per hari. Padahal saat awal beroperasi, sewa hanya 25 ribu per hari.

“Per hari kita harus memastikan uang buat sewanya, belum buat listrik atau bensin, belum buat keluarga. Rata-rata kita sudah berkeluarga. Kadang malah nombok,” kata Iwan.

Menurutnya, pendapatan dan dari aplikasi Max Ride justru sedang menurun. Sementara jumlah bajaj yang beroperasi di Solo makin banyak hingga persaingan mencari penumpang makin ketat. Saat ini di kota Solo sendiri, secara sedikitnya ada sekitar 130 unit lebih Bajaj yang beroperasi.

Ketua PASOBAS, Soeharto, menambahkan driver juga menolak aturan denda 5ribu/hari, dimana bila telat bayar sewa sehari, driver langsung kena denda. “Kita gak tahu kondisi di jalan kayak apa. Denda ini langsung diterapkan tanpa pembicaraan dulu,” ujarnya.

Soeharto menyayangkan ucapan manajemen yang menyebut kalau tidak sanggup silakan kembalikan unit. “Sudah ada teman yang mengembalikan. Tapi kalau bisa jangan sampai seperti itu. Teman-teman masih nyaman dengan bajaj ini. Harapan kami perusahaan untung, driver juga untung. Mari bersinergi. Sesuai slogan kami: Perintis Bukan Pewaris,” katanya.

Driver juga meminta ada penyesuaian tarif dasar di aplikasi. Menurut mereka tarif saat ini terlalu rendah, meski ada insentif penjemputan untuk jarak tertentu.

Soeharto mengaku para driver belum pernah libur sejak akhir tahun lalu. “Tidur cuma beberapa jam di malam hari. Kadang habis Subuh bersih-bersih kendaraan, tidur sebentar, baru narik. Kalau badan fit ya pagi langsung jalan,” ungkapnya.

Tentang hasil pertemuan dimana management hanya mengakomodir 1 tuntutan Driver Bajaj, Iwan menegaskan PASOBAS tetap akan memperjuangkan penurunan sewa. Mereka juga meminta manajemen mempertemukan driver dengan pihak investor atau juragan. “Harapan kami tetap sewa diturunkan seperti dulu. Kita berjuang bersama di jalan,” tegasnya.

Sementara itu menanggapi tuntutan sewa, City Manager Bajaj Solo, Ongky Arsi, menyebut penurunan sewa belum bisa diputuskan. “Unit-unit ini punya investor, jadi hubungannya dengan investor. Itu tidak bisa kita putuskan sendiri,” jelasnya.

Soal tarif penumpang yang saat ini sebesar 13ribu, Ongky menyebut tarif bersifat fleksibel mengikuti kompetisi. “Kalau kita naik, yang lain turun, orderan bisa lari. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Sementara untuk denda keterlambatan sewa, Ongky memastikan bisa diakomodir. “Untuk denda sewa itu bisa kita akomodir, dalam waktu dekat kita skip, tidak kita lakukan denda itu,” kata Ongky. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *