INDONNESIANEWS (Solo)–Lagi Pemerintah desa di Klaten, membagikan THR kepada warganya menjelang Iedul Fitri. Kali ini giliran Pemdes Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, membagikan THR kepada warganya dengan nilai Fantastis hingga Rp 600juta, Rabu (11-3-2026)
Acara yang di pusatkan di Balai desa Sidowayah, baru di mulai 09.00 WIB, namun warga sejak pukul 08.00 WIB, telah berdatangan. Mereka datang dengan membawa syarat untuk bisa mendapat THR, seperti Kartu Keluarga (KK).
Menurut Kepala desa Sidowayah, Mujahid Karyanto, sebanyak
2.375 warganya, menerima paket bantuan sosial atau THR, dengan total anggaran Rp600 juta. Setiap warga berhak menerima uang tunai Rp150.000 dan paket beras 5 kg.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar itu kata dia akan berlangsung selama 2 hari sampai Kamis. Hingga total uang yang dikeluarkan 356.250.000 dan beras 12.5 ton. “Pengeluaran pada saat ini Rp.550juta-Rp. 600juta,” ujarnya.
Syarat bagi warga untuk mendapatkan THR kata dia, merupakan warga setempat yang ditunjukkan dengan identitas seperti KK dan telah berusia 17 tahun keatas
Sementara untuk anggaran bantuan ini ujar dia berasal dari
Sisa Hasil Usaha (SHU) BUMDes yang disepakati ketika melakukan LPJ tanggal 7 Februari, dan untuk membagikan dana ke warga “Ini adalah bentuk pengembalian keuntungan kepada rakyat. Omzet BUMDes kami terus meningkat, dari Rp4 miliar menjadi Rp13 miliar,” tutur Mujahid.
BUMDes Sidowayah sendiri bergerak dalam 1 sektor pariwisata, terdiri dari Umbul Kemanten, Siblarak, resto Umbul Kemanten, jasa layanan dan toko BUMDes dan usaha-usaha yang lain. “Alhamdulillah usaha (BUMDea meningkat dari 4 M, saat pasca covid 7 M, 9M trus kemarin sampai 13M. Pendapatan bersihnya setelah dipakai membangun dan pembelian sawah yaitu 1,4 M di tahun 2025,” paparnya.

Menurut Mujahid kenapa Pemdes Sidowayah baru sekarang memberikan THR ke warga kata dia, padahal sebenarnya bisa dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya lebih karena skala prioritas. Dimana BUMDes Sidowayah mengutamakan untuk membeli lahan sawah seluas 2 ha senilai Rp3,2 miliar dan membangun Umbul senilai Rp2,5 miliar. Program sosial juga dijalankan, seperti santunan kematian dan pendanaan pembangunan RT. “Sebenernya kami bisa saja memberikan Bansos atau THR dari tahun tahun sebelumnya tapi kami mengutamakan membeli sawah,” ujarnya.
Mujahid merencanakan program revolusioner, seperti membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga dan meng-cover pembayaran BPJS bagi warga yang kepesertaannya dinonaktifkan. “Desa Sidowayah sendiri menjadi contoh tata kelola BUMDes yang mandiri, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Pembahasan THR itu kata Mujahid lagi rencananya akan diberikan di tahun-tahun mendatang di setiap momen menjelang Iedul Fitri. “Doakan saja pemasukan yang berasal dari obyek wisata dan lainnya semakin berhasil sehingga THR bisa kami tingkatkan di tahun mendatang dan jumlah warga yang menerima lebih banyak,” tutupnya. (Oe)








Komentar