oleh

Balai Pengobatan Sosial Bhinneka Solo Dibuka, Layani Warga Gratis Tanpa Syarat

-Ragam-23 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Puluhan warga Kampung Joyotakan, Serengan, Solo, berbondong-bondong memeriksakan kesehatan dalam pembukaan Balai Pengobatan Sosial “Bhinneka” di Jalan Kahayan 1, RT/RW 07/06, Joyotakan, Senin (1/6/2026). Sejak pagi, warga antre untuk mendapat layanan pemeriksaan gratis.

Balai Pengobatan Sosial Bhinneka digagas oleh empat orang, yakni dr. Dwi Redjeki, Lina Indarno, Willy Leo Santiko, dan Arif. Menurut dr. Dwi Redjeki dan Lina Indarno, pendirian balai ini bertujuan merawat kerukunan umat beragama dan antar etnis. “Tujuannya membantu masyarakat sekitar, bahkan kalau bisa seluruh Solo. Biar kita rukun semuanya, tidak memandang suku maupun agama,” ujar dr. Dwi. Ia menambahkan, saat ini balai masih membutuhkan relawan agar ke depan bisa buka hingga malam hari.

Balai Pengobatan Bhinneka memberikan layanan pemeriksaan dan obat tanpa dipungut biaya. “Dokternya tanpa bayaran, di sini juga gratis. Warga boleh memberi seikhlasnya, mau Rp100 atau tidak memberi pun tidak apa-apa. Doa saja kami terima. Yang penting sosial untuk sesama,” tegas dr. Dwi. Untuk tahap awal, obat untuk keluhan umum seperti sakit kepala telah tersedia, dan ke depan direncanakan ada layanan gigi.

Menurut Arif, yang juga penggagas sekaligus pemilik rumah, tempatnya dijadikan lokasi balai agar lebih bermanfaat bagi warga. “Siapa pun yang butuh berobat bisa datang. Tidak perlu BPJS, tidak perlu KTP. Gratis, obat juga gratis,” katanya. Jam praktik sementara setiap Senin sampai Sabtu pukul 10.00–13.00 WIB, Minggu libur. Saat ini balai baru menggunakan dua ruangan, yakni ruang tamu dan ruang praktik.

Pembukaan ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh perwakilan Dinkes Solo dr. Nur Hastuti, Ketua PMI Solo Soemartono, Camat Serengan Tri Widodo, bersama para penggagas.

Warga menyambut positif kehadiran balai ini. Tuti, salah satu warga yang berobat, menilai Balai Pengobatan Sosial Bhinneka sangat bermanfaat dan berharap pelayanannya terus berkembang. “Sangat membantu, apalagi gratis. Semoga ke depan makin lengkap dokternya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Joko. Ia berterima kasih atas berdirinya balai karena sangat meringankan warga kurang mampu. “Adanya Bhinneka ini kami jadi tidak bingung kalau sakit. Tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas untuk keluhan ringan. Terima kasih untuk para dokter dan relawan yang sudah peduli,” tuturnya.

Setelah pembukaan selubung dilanjutkan pengobatan gratis. Warga antre memeriksakan diri ke dr. Dwi Redjeki untuk menjalani pemeriksaan atas sakitnya dan diberikan obat. Ada juga donor darah dari warga untuk disumbangkan ke PMI. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *