INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah kecamatan Ceper, Klaten, memberikan bantuan Sembako, kepada warga yang rumahnya rusak berat akibat guyuran hujan lebat, Kamis (5-3-2026).
Camat Ceper, Klaten, Supardiyono, bersama staf dan Kepala desa Ngawonggo, Noor Hafidz Kalamullah, mendatangi kediaman Rusmini, di RT 22 Rw 10, dukuh Duyu, desa Ngawonggo. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh pemilik rumah.
Supardiyono didamping Noor Hafidz Kalamullah kemudian masuk kedalam rumah untuk melihat kondisi rumah yang rusak berat, dimana bagian dinding belakang rumah ambrol atau runtuh.
Setelah melihat lihat kondisi Supardiyono lalu menyerahkan beberapa kardus berisi sembako kepada Rusmini. Rusmini terlihat gembira dengan bantuan tersebut.
Menurut Rusmini, kejadian ambrolnya dinding rumahnya itu berawal dari hujan lebat yang menerjang daerah sekitar. Saat itulah dinding rumah bagian belakang tiba-tiba ambrol atau runtuh, hingga menimbulkan suara berdegum yang cukup keras.

Beruntung kata dia saat kejadian suaminya yang tengah sakit dan biasa tidur di ranjang samping dinding telah bergeser pindah ke kursi panjang sehingga tidak terkena runtuhan dinding yah runtuh. “Untung sebelumnya suami saya yang biasa tidur di dekat dinding telah pindah menjauh dari dinding. 5 anggota keluarga lain juga Alhamdulillah semua selamat,”ujarnya.
Setelah kejadian itu Pemdes Ngawonggo, dan warga sekitar bergotong royong membersihkan reruntuhan batu bata yang berserakan. Dinding yang runtuh telah ditutup dengan tenda terpal untuk menghalangi angin atau air hujan masuk kedalam rumah.
Kades Ngawonggo, Noor Hafidz Kalamullah bersyukur tidak ada jatuh korban jiwa akibat kejadian itu. Yang dilakukan Pemdes dan warga kemudian bergotong royong membersihkan reruntuhan. “Alhamdulillah semua selamat dan reruntuhan sudah kita bersihkan,” ujarnya.
Camat Ceper Klaten, Supardiyono, mengapresiasi gerakan cepat semua pihak, mulai Pemdes Ngawonggo, warga dan relawan, Koramil dan Polsek Ceper, yang telah melakukan kerja bakti untuk membantu korban yang rumahnya runtuh dengan menyingkirkan batu bata yang ambrol.
“Yang penting disamping menyelematkan barang-barangnya juga menambah kekuatan bangunan biar kuat,” ujarnya. (Oe)








Komentar