oleh

Pemdes Wunut dan Pemdes Ponggok Klaten, Bagikan THR serta Sembako Kepada Ribuan Warganya

-Ragam-438 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk warganya sebesar 250ribu/orang, di Balai desa setempat, Kamis (5-3-2026) pagi.

Pembagian THR diawali pemberian THR secara simbolis oleh Dirut Bumdes Wunut, Sariyanto dan Kepala desa Wunut, Iwan Setiawan m, kepada masing-masing warga.

Menurut Kades Wunut Iwan Sulistyo Setiawan, THR tahun 2026 lebih banyak dibanding tahun 2025. Tahun ini penerima berjumlah 2.341 warga, lebih banyak dari sebelumnya
2.289 warga.

Demikian juga dengan nominal tahun juga lebih besar yakni 250ribu/orang dari tahun sebelumnya 200ribu/orang. “Baik dari jumlah warga penerima dan uang yang diterima lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Untuk sumber dana THR yang dibagikan kepada warga tambah dia berasal dari BUMDes dari pengelolaan wisata Umbul Pelem Waterpark. “Jumlah uang yang dibagikan mencapai Rp 585.250.000,” tuturnya.

Sementara tujuan pembagian THR itu kata Iwan lagu yakni untuk memberikan bantuan secara langsung atau tunai ke semua warga Desa Wunut di momen Lebaran. “Untuk berbagi moment kebahagian di bulan suci Ramadhan dan Iedul Fitri,” tutupnya.

Pemdes Ponggok Bagikan Sembako dan uang

Sementara itu sore harinya, Pemdes Ponggok, kecamatan Polanharjo, Klaten, juga menggelar kegiatan serupa, dengan membagikan sembako dan amplop berisi uang kepada ribuan warga setempat.

Acara dimulai dengan pembagian sembako secara simbolis kepada seorang warga oleh Camat Polanharjo, Muhammad Prihadi.

Menurut Ketua TP PKK Ponggok, Ratnasari Irawati, jumlah sembako yang dibagikan kepada warga yang berasal dari 6 RW di tahun 2026 ini, ada sebanyak 700-an paket sembako senilai 200ribu, dan sejumlah uang.

Selain kata dia pihaknya membagikan beasiswa kepada 60 mahasiswa yang rutin diberikan setiap bulannya bagi 1 rumah 1 mahasiswa dan badan amal zakat desa Ponggok sebanyak 100 amplop sebesar masing-masing 300 ribu yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan janda-janda yang ada di desa Ponggok. “Agenda rutin ini Alhamdulillah sudah berjalan setiap tahun. Tahun ini walau ada pemotongan dari dana desa tetapi kita tidak menghambat atau mengurangi program kita untuk kemaslahatan warga desa Ponggok,” ujarnya.

Untuk anggaran pembagian sembako tambah dia sebesar 170juta, yang berasal dari PAD desa. “Kita dapat pemasukan dari bidang pariwisata, yang kembali ke desa dalam bentuk sembako,” tuturnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *