oleh

Keraton Solo Tegaskan Gelar Kirab Pusaka 1 Suro, PB XIV Ingatkan Bahaya Dualisme Tradisi

-Daerah-224 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memastikan akan menyelenggarakan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malem 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, pada Selasa (16-6-2026) malam. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pengageng Sasono Wilopo Keraton Surakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, saat menggelar pres conference bersama awak media di Talangpaten, Kompleks KKSH Keraton Surakarta, Selasa (9-6-2026).

Dalam keterangannya di hadapan media, GKR Timoer menegaskan bahwa Kirab Pusaka bukan sekadar agenda budaya tahunan. Menurutnya, Hajad Dalem ini merupakan manifestasi dari warisan spiritual, filosofi, serta nilai-nilai luhur yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Ia menjelaskan, Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malem 1 Suro merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan oleh para Sinuhun terdahulu sebagai warisan budaya adiluhung yang kini tetap dilanjutkan, dijaga, dan dilestarikan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.

GKR Timoer memaparkan, pelaksanaan Kirab Pusaka tahun ini juga merupakan kelanjutan dari tradisi yang selama ini telah dilaksanakan pada masa pemerintahan sebelumnya, termasuk pada era Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Karena itu, ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki landasan historis, kultural, dan adat yang sangat kuat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Keraton.

Sehubungan dengan pelaksanaan Hajad Dalem tersebut, atas Dawuh Dalem PB XIV, ia mengajak seluruh sentana dalem, abdi dalem, pemerhati budaya, masyarakat, serta seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga marwah, kehormatan, dan kesakralan tradisi Keraton.

Dalam pres conference itu, Pengageng Sasono Wilopo Keraton Surakarta tersebut juga menyoroti soal dualisme acara. GKR Timoer berharap tidak ada pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kegiatan tandingan atau menciptakan dualisme acara yang berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat serta dapat menggerus nilai adat, keluhuran budaya, dan kesakralan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malem 1 Suro.

Ia menyebut, masyarakat telah mengetahui pihak-pihak yang selama ini secara konsisten menyelenggarakan acara tandingan dan menciptakan dualisme kegiatan Keraton sejak era Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.

Menurut GKR Timoer, tindakan tersebut tidak hanya menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, tetapi juga berpotensi merongrong marwah, kewibawaan, legitimasi adat, serta keluhuran budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Untuk itu, ia berharap dan mengimbau agar praktik-praktik yang memicu dualisme tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malem 1 Suro Tahun Be 1960, demi menjaga kesakralan tradisi, ketertiban pelaksanaan adat, dan kehormatan Keraton.

Menutup keterangannya, Pengageng Sasono Wilopo Keraton Surakarta, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menegaskan komitmen Keraton di bawah Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. “Keraton akan terus melestarikan adat dan budaya Jawa, menjaga kesinambungan tradisi leluhur, serta memperkuat peran Keraton sebagai pusat pelestarian budaya yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu kami harap seluruh elemen bisa menghormati dan mendukung pelaksanaan tradisi ini sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa,” tegas GKR Timoer. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *