INDONNESIANEWS (Klaten)–Prosesi Adat Grebeg Suro berlangsung meriah di Gedung Serbaguna Tanjungsari, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (26-6-2026). Kegiatan dipadukan dengan pagelaran budaya dan dihadiri ratusan warga setempat.
Acara ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya yang rutin digelar desa menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.
Prosesi dimulai pukul 13.00 WIB dengan kirab mengelilingi jalan-jalan desa. Peserta membawa sejumlah gunungan hasil bumi. Selain gunungan, peserta juga membawa nasi beserta lauk pauk layaknya kegiatan menjelang puasa atau tradisi nyadran.
Setelah kirab selesai dan rombongan tiba kembali di lokasi, acara dilanjutkan dengan doa lintas agama. Doa dipimpin bersama oleh perwakilan dari berbagai pemeluk agama untuk keselamatan dan keberkahan desa.
Usai doa bersama, gunungan dan nasi berkat langsung disebar ke masyarakat. Makanan tersebut bebas diambil siapapun yang menginginkan dan memakannya. Tidak butuh waktu lama, seluruh isinya habis diperebutkan warga yang sudah antusias menanti sejak awal acara.
Dalam wawancara, Anggota DPRD Provinsi Jateng Kadarwati menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, Grebeg Suro merupakan tradisi budaya yang sangat bagus dan menjadi cermin kerukunan warga Dlimas.
“Tradisi seperti ini patut dilestarikan karena menjadi identitas kita. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga mengajarkan nilai gotong royong dan toleransi antar umat beragama,” ujar Kadarwati.
Ia menambahkan, kegiatan yang dikemas dengan doa lintas agama ini menunjukkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bersatu. “Saya berharap budaya ini terus dijaga, dikembangkan, dan melibatkan generasi muda agar tidak hilang termakan zaman,” pungkasnya. (Oe)













Komentar