INDONNESIANEWS (Solo)–Dua orang warga Bibis, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari mengalami luka-luka hingga ada yang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit usai menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal pada Kamis (19/3/2026) dini hari.
Salah satu korban, Dwi Pranoto menjelaskan bahwa kejadian penganiayaan tersebut sampai membuat dirinya mengalami luka di bagian kepala.
Dwi menjelaskan bahwa setidaknya ada delapan orang tak dikenal yang melakukan penganiayaan kepada dirinya dan adiknya.
Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dirinya keluar rumah, tiba-tiba ketika dirinya tengah bercengkrama dengan 4 tetangganya. Ia ditemui oleh 8 orang tak dikenal.
Orang-orang tak dikenal tersebut pun tanpa basa-basi langsung memukul korban.
“Awal mulanya itu saya di rumah habis bongkar motor terus anak saya rewel, terus saya gendong anak saya sekitar jam 23.30 WIB gantian sama istri saya. Terus saya keluar ke depan rumah mau rokokan sama mainan hp terus tiba-tiba orang-orang itu datang dan langsung main pukul,” ungkap Dwi saat ditemui usai melakukan laporan ke pihak kepolisian Polsek Banjarsari.
Ia bersama tetangganya dituduh tengah mabuk-mabukan oleh kedelapan orang tak dikenal tersebut. Bahkan ia sampai mengalami luka di bagian kepala usai dihantam benda tumpul oleh para pelaku.
“Ya bilangnya gitu, minum nggak? Kalau nggak minum diam. Saya kan nggak mabok, ya saya diam. Tapi langsung dipukuli,” kata dia.
“Setelah dipukul, kepala saya juga ditendang terus gatau apa yang dibawa (terduga pelaku) terus dipukulkan ke kepala. Kepala saya berdarah terus mereka langsung pergi,” lanjutnya.
Selain dirinya, adik Dwi juga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh orang tak dikenal tersebut.
“Adik saya, ada 5 orang yang kena itu saya dan adik saya. Yang 3 nggak kena apa-apa. Sebelah saya ada tetangga saya tidak diapa-apain,” pungkasnya.
Dari informasi yang diperoleh, salah satu korban bahkan kini harus dirawat intensif di rumah sakit akibat penganiayaan yang ia alami.
Ia dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka cukup serius di bagian kepala usai terkena hantaman benda tajam. Selain itu, ia juga mengalami luka di bagian tangan akibat penganiayaan.
“Kena di kepala dan di bagian jari-jari harus dijahit.Kepalanya sampai bocor dijahit lima dan tangannya dijahit tiga,” ungkap Gita, kakak korban.
Warga sekitar sekaligus anggota DPRD Solo dari fraksi Gerindra, Kevin Sadewa yang mengetahui kejadian tersebut kini memfasilitasi para korban untuk melakukan laporan ke pihak kepolisian.
Kevin menyebut bahwa atas insiden tersebut dirinya cukup prihatin. Sebagai anggota DPRD, ia pun kedepannya akan mengusulkan pemasangan kamera pengawas di kampung-kampung sebagai antisipasi kejadian serupa.
“Mungkin nanti saya akan mengusulkan pemasangan cctv, karena di wilayah itu nggak ada cctv-nya. Itu bisa jadi bukti kalau ada penyerangan,” kata dia.
Kini pihaknya pun ikut mengawal agar proses hukum atas kejadian tersebut bisa terselesaikan dan para pelaku bisa ditangkap.
“Kita bawa dulu ke kantor polisi di sini, kita minta kepolisian untuk bertindak sesuai hukum dan sesuai aturan. Kita minta keadilan untuk para korban jangan disayangkan, dia tidak tahu menahu tiba-tiba diserang tanpa ada alasan. Kalau pun ada tendensi apapun apakah perbuatan itu bisa dibenarkan,” urainya.
Bukan tanpa alasan, Kevin menyebut di malam yang sama setidaknya ada empat kejadian serupa baik di Bibis Kelurahan Nusukan maupun di Kelurahan Sambeng, Kecamatan Banjarsari Kota Solo.
“Selanjutnya kita kawal bagaimana proses tindaklanjut, semoga kejadian-kejadian seperti ini tidak terjadi lagi karena ternyata tidak hanya di dua lokasi tapi ada 4 bahkan informasinya ada yang sampai dibacok,” pungkasnya. (Bud)














Komentar