INDONESIANEWS (Sukoharjo)–Pemerintah desa Sanggrahan, kecamatan Grogol, Sukoharjo, membagikan sembako berupa beras dan minyak goreng kepada 1.130 orang warganya yang kurang mampu, di Kantor desa setempat, Kamis (18-6-2026). Pembagian dilakukan secara langsung dengan pengawasan aparat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Dua jenis sembako itu berasal dari Badan Ketahanan Pangan Nasional, yang disalurkan melalui Bulog di setiap kabupaten dengan tujuan meringankan beban hidup warga kurang mampu di tengah tingginya harga sembako di pasaran. Penyaluran melalui Bulog diharapkan bisa menjamin kualitas dan takaran yang sesuai standar.
Menurut Kades Sanggrahan, pembagian sembako berupa beras dan migor itu telah mulai dilakukan sejak Rabu (17/6/2026). Namun karena masih ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum mengambil sehingga diperpanjang sampai Kamis ini. Perpanjangan waktu dilakukan agar tidak ada warga yang terlewat mendapatkan haknya.
Di desa Sanggrahan kata dia dari jumlah penduduk sebanyak 12 ribu KK lebih yang berhak menerima sembako sebanyak 1.130 KK. “Dari 12 ribu KK warga kami yang terdata sebagai warga kurang mampu ada sebanyak 1.130 KK,” ujarnya. Data tersebut diambil dari DTKS dan hasil musyawarah desa agar penyaluran tepat sasaran.
Sembako yang dibagikan saat ini tambah Sutarman, jatah untuk bulan Januari-Februari, dan menerima masing-masing 20kg beras dan 4 liter minyak goreng. “Semoga beras dan migor bisa membantu meringankan hidup warga sehari-hari,” tuturnya. Setiap KPM wajib membawa undangan dan KTP saat pengambilan untuk verifikasi.
Tujuan pembangunan sembakonya kata Sutarman lagi adalah untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat desa. Dengan bantuan langsung berupa beras dan minyak goreng, pemerintah ingin memastikan warga kurang mampu tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok meskipun harga di pasaran terus naik. Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara bagi kelompok rentan.
Selain itu, tujuan lainnya adalah mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin agar warga bisa mengalihkan dana untuk kebutuhan lain seperti biaya pendidikan anak dan kesehatan. Dengan jatah 20kg beras dan 4 liter migor, beban dapur warga diharapkan bisa lebih ringan selama dua bulan ke depan.
Tujuan jangka panjangnya adalah mencegah munculnya masalah gizi buruk dan stunting di desa Sanggrahan. Pemenuhan kebutuhan kalori dari beras dan lemak dari minyak goreng diharapkan mampu menekan angka kekurangan gizi, terutama pada balita dan lansia. Desa menargetkan seluruh balita mendapat asupan gizi yang cukup melalui program bantuan ini.
Harapan dari pembagian sembako ini agar warga penerima manfaat bisa lebih tenang menjalani aktivitas sehari-hari tanpa khawatir kekurangan bahan pokok. Kades juga berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sendiri dan tidak dijual kembali supaya manfaatnya maksimal bagi keluarga.
Harapan lainnya adalah agar bantuan dari Badan Ketahanan Pangan Nasional ini terus berlanjut dan jumlahnya bisa ditambah seiring fluktuasi harga pasar. Sutarman juga berharap pendataan KPM ke depan semakin akurat agar seluruh warga kurang mampu di Sanggrahan bisa merasakan manfaat bantuan pangan dari pemerintah. (Oe)








Komentar