oleh

Tekan AKI, Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Hadiri Gerakan Ibu Hamil Sehat di RSI Klaten

-Daerah-25 views

INDONNESIANEWS (Klaten)– Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat komitmen penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat yang digelar di Gedung Al Mabrur RSU Islam Klaten, Selasa (27-10-2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi. Hadir pula Direktur Utama RSU Islam Klaten, jajaran OPD terkait, dokter RSI Klaten, para kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian acara dikemas dengan talkshow edukasi kesehatan dan praktik senam hamil bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan kegiatan ini diikuti perwakilan dari 15 puskesmas. Tiap puskesmas mengirimkan 4 ibu hamil dan 1 petugas kesehatan pendamping.

Menurut Anggit, gerakan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil sebagai langkah percepatan penurunan AKI.

“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, kita semakin bisa mengawal dan memantau kesehatan ibu hamil agar tetap sehat dan bugar. Dengan demikian, ibu memiliki kesiapan yang lebih baik saat persalinan sehingga ibu dan bayi dapat selamat,” jelas Anggit.

Ia mengungkapkan, AKI di Kabupaten Klaten pada 2025 tercatat sebanyak 11 kasus. Sementara hingga Oktober 2026, tercatat 9 kasus kematian ibu. Angka tersebut menjadi perhatian serius untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan kualitas layanan.

Sementara itu, Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi menegaskan kesehatan ibu dan calon bayi harus dipersiapkan sejak dini melalui edukasi, pendampingan, dan akses layanan kesehatan yang optimal.

“Melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat ini, kami berharap dapat meminimalkan risiko bagi ibu hamil, khususnya ibu-ibu muda, agar lebih memahami dan mempersiapkan proses kehamilan hingga persalinan. Kita ingin memastikan setiap ibu hamil di Kabupaten Klaten tidak hanya sehat secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki pengetahuan yang memadai serta mendapatkan standar pelayanan kesehatan yang optimal,” tutur Mbak Linda.

Ia juga mengajak peserta aktif berdiskusi dan berkonsultasi dengan narasumber soal persiapan kehamilan dan persalinan. Menurutnya, kesiapan ibu tidak hanya fisik dan mental, tetapi juga pengetahuan dalam menjaga kesehatan diri dan calon bayi.

Salah satu strategi percepatan penurunan AKI, lanjut Mbak Linda, adalah peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC) atau pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk memantau kondisi ibu dan janin, mendeteksi risiko sejak dini, dan memastikan penanganan sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Kabupaten Klaten terus berkomitmen melakukan berbagai upaya strategis, salah satunya melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil. Pelayanan ini mencakup kesehatan sebelum kehamilan, selama kehamilan, persalinan, setelah melahirkan, pelayanan kontrasepsi, hingga kesehatan seksual,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapat materi tentang ANC berkualitas, persalinan aman, dan optimalisasi pelayanan keselamatan ibu dan bayi. Acara juga diisi senam hamil bersama tim RSU Islam Klaten untuk menjaga kebugaran ibu hamil.

Mbak Linda berharap seluruh tenaga kesehatan dan instansi terkait mengoptimalkan pendampingan ibu hamil di wilayah masing-masing secara kolaboratif agar kehamilan dan persalinan berjalan aman.

“Mari kita kawal bersama kesehatan ibu dan calon buah hati agar kelak lahir menjadi generasi penerus Kabupaten Klaten yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *