INDONNESIANEWS (Klaten)–Selama dua hari, Jumat-Sabtu (24-25/10/2026), DPRD Klaten menggelar Reses Masa Sidang Pertama Tahun 2026/2027. Reses adalah masa ketika anggota dewan turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing di luar masa sidang, untuk bertemu konstituen, mendengarkan keluhan, dan menampung aspirasi warga yang nantinya akan diperjuangkan di DPRD.
Di hari pertama, sejumlah anggota dewan yang menggelar reses diantaranya Roslan Rosidi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Purwanto dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Handung Dwipayana dari Partai Demokrat.
Roslan Rosidi menggelar reses di sebuah rumah makan di wilayah Ceper, Klaten, bersama sekitar 300 orang konstituen.

Usai acara, Roslan menegaskan inti dari reses adalah anggota dewan turun ke masyarakat untuk bertemu konstituen dan menampung aspirasi apa yang disampaikan.
“Dalam rangka membantu visi misi Kabupaten Klaten yaitu Klaten Maju Mandiri Sejahtera Berkelanjutan. Jadi Klaten memang harus lebih baik-lebih baik,” ujarnya.
Di tempat lain, anggota DPRD Klaten dari Partai Amanat Nasional (PAN), Purwanto, menggelar acara serupa di wilayah Kecamatan Pedan. Di sana ia menyampaikan kondisi Klaten yang sedang tidak baik-baik saja pasca OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beberapa waktu lalu.
“Saya juga ngga bisa ngomong banyak karena yang namanya reses itu kan menampung aspirasi, namun karena adanya persoalan itu saya seolah-olah hanya minta doa untuk Klaten semoga Klaten tetap baik-baik saja kondusif dan pemerintah berjalan sesuai keinginan warga,” tuturnya.

Sore harinya, anggota DPRD Klaten dari Partai Demokrat, Handung Dwipayana, menggelar reses bersama konstituen di wilayah Kecamatan Bayat.
Dalam audiensi itu, Handung menjelaskan tujuan utama reses adalah membuka ruang dialog langsung antara wakil rakyat dengan warga. Menurutnya, banyak persoalan di tingkat bawah yang tidak bisa hanya dilihat dari laporan di atas meja, harus didengar langsung dari masyarakat yang merasakan.
“Reses ini tujuannya untuk mendengarkan. Apa yang menjadi kebutuhan warga Bayat, apa yang belum berjalan, dan apa yang harus kami perjuangkan di DPRD, semuanya kita tampung dulu,” kata Handung.
Ia berharap seluruh aspirasi yang masuk dalam reses tersebut tidak berhenti hanya sebagai catatan. Handung menegaskan aspirasi itu akan dibawa ke rapat dan menjadi bahan pembahasan agar benar-benar bisa direalisasikan untuk kepentingan masyarakat Bayat dan Kabupaten Klaten secara umum. (Oe)








Komentar