oleh

Songsong Tahun Ajaran Baru 2026/2027, JSIT Jawa Tengah Adakan Penguatan Kepala Sekolah dan Guru

-Ragam-28 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah mengadakan Penguatan Kepala Sekolah dan Guru dalam rangka menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027. Diikuti oleh 125 peserta, bertempat di Aula SMK Negeri 4 Surakarta.

Dalam sambutannya, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, S.Sos., S.Pd.Gr. menyampaikan bahwa amal pendidikan itu harus direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan direfleksikan.

“Menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027 di satuan pendidikan masing-masing dipersilakan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan merefleksi program-program pendidikan dan pengajaran dengan baik. Termasuk dalam menyukseskan implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA).

Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., Ketua Majelis Tinggi JSIT Indonesia dalam paparan penguatan yang bertajuk _Strategic Thinking, Membangun Sekolah Unggul dan Adaptif: Panduan Praktis Menghadapi Perubahan Zaman_ menyampaikan bahwa manusia yang paling hebat dalam Strategic Thinking adalah Baginda Rasulullah Muhammad _shalallahu ‘alaihi wa sallam._

“Sosok inspiratif dalam Strategic Thinking adalah Baginda Rasulullah Muhammad _shalallahu ‘alaihi wa sallam_. Strategi mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat berperadaban. Strategi dalam berperang, salah satunya dengan membuat parit,” papar Prof. Sukro.

“Pimpinan sekolah dalam membangun sekolah unggul dan adaptif harus menetapkan Strategic Thinking. Supaya sekolah memiliki keunggulan yang menjadi pembeda dan daya tarik serta mampu beradaptasi menyesuaikan perubahan zaman yang ada. Ada lima pilar yakni visi yang jelas, analisis SWOT, fokus kompetensi inti, manajemen perubahan dan resiliensi, serta kolaborasi ekosistem. Kelima elemen ini harus bergerak simultan agar dapat mengubah dari sekolah bertahan menuju inovator pendidikan,” lanjut Prof Sukro.

Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan artifisial inteligen mesti dikuasai dalam rangka menghadirkan lulusan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang begitu cepat dan dinamis.

“Tantangan era modern memaksa kita untuk berubah. Adanya artifisial inteligen dan otomatisasi. Adanya era VUCO (Volate, Unsertain, Complex, Ambiguous). Adanya arus informasi dan burnout, rata-rata cek layar 96/hari. Sekolah unggul dan adaptif akan mampu menjawab tantangan yang ada,” pungkas Prof Sukro. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *