oleh

Sengkarut Lapak Asrama Haji Donohudan: 10 Tahun Berjualan, Pemdes dan Paguyuban Beda Suara Soal Izin

-Ragam-30 views

INDONNESIANEWS.Com (Boyolali)–Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang RW 05 Dukuh Ngemplak, Donohudan, aktif berjualan di area depan Asrama Haji Donohudan Boyolali. Aktivitas perdagangan di bahu jalan itu disebut sudah berjalan sekitar 10 tahun dan memusat saat musim haji tiba.

Situasi di depan Asrama Haji Donohudan kerap padat saat musim haji. Kedatangan bus calon jemaah haji dari berbagai daerah di Jawa Tengah membuat arus kendaraan tersendat, demikian juga saat rombongan bersiap menuju Bandara Adi Soemarmo Boyolali untuk pemberangkatan. Belum lagi ramainya kendaraan masyarakat pengguna jalan umum serta iring-iringan pengantar jemaah yang dikhawatirkan memicu kemacetan di Jalan Solo-Semarang.

Kepala Desa Donohudan, Rohmadi, menegaskan pemerintah desa tidak pernah mengeluarkan izin untuk lapak tersebut. Ia menilai area sepanjang 200 meter di depan gerbang asrama semestinya steril dari kegiatan niaga. “Ini untuk menjamin kelancaran bus jemaah haji keluar masuk. Sampai sekarang juga belum ada setoran ke APBDes Donohudan,” ujarnya.

Beda sikap ditunjukkan Koordinator Pedagang yang juga Ketua BPD Donohudan, Ribut Rismanto. Ia mengklaim kegiatan pedagang sudah mengantongi izin dari kepolisian dan pengelola Asrama Haji Donohudan. Lapak sengaja dibuka untuk menampung UMKM warga sekitar, dan arus lalu lintas disebut sudah diatur petugas saat jam padat jemaah.

Soal dana, Ribut menyebut hasil sewa lapak dipakai untuk kegiatan sosial tingkat RW dan desa. Ia khawatir jika pengelolaan diambil alih desa, pemasukan RW 05 akan hilang. “Kami sudah koordinasi soal kemacetan. Petugas kami ikut bantu urai antrean bus,” tambahnya.

Kepala Unit Pengelola Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Agus Pratomo, buka suara. Sebelum operasional haji tahun ini, pihaknya mengundang seluruh stakeholder duduk bersama. “Kami libatkan TNI/Polri, Dishub Boyolali, Satpol PP Boyolali, paguyuban pedagang, hingga Pemdes Donohudan untuk bahas kesiapan asrama,” ungkapnya.

Agus Pratomo menegaskan AHD memberi izin kepada pedagang berjualan di area pertimahan untuk mengangkat kesejahteraan warga setempat. Menurutnya, aktivitas itu tidak perlu izin desa karena sepenuhnya menjadi kewenangan AHD sebagai pengelola kawasan.

Ke depan, Agus Pratomo mengajak Pemkab Boyolali bersinergi lebih kuat dengan pelaku UMKM. “Kami buka ruang seluas-luasnya bagi UMKM Boyolali untuk berjualan di lingkup Asrama Haji Donohudan. Trafik pengunjung sangat tinggi saat musim haji dan umrah, ini peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan bersama,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghidupkan ekonomi warga sekitar asrama sekaligus memberi layanan yang lebih lengkap dan tertata bagi jemaah maupun pengunjung. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *