INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa momen halal bi halal saat yang tepat mensyukuri kerukunan dan harmoni sosial.
Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat menyampaikan tausiyah pada acara hahal bi halal keluarga besar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) II Kabupaten Klaten di Gedung Sidang Paripurna DPRD II Klaten, Kamis ( 26/3/2026 ).
Menurutnya saat perayaan hari besar keagamaan adalah wujud nyata indahnya toleransi dan persatuan di Indonesia.
“Perayaan yang khidmat namun meriah dapat terwujud ketika seluruh elemen masyarakat saling menghormati, menjaga silaturahmi, saling meminta maaf dan memberi maaf satu dengan lainnya” katanya.

Dikatakan wujud syukur dan praktik nyata dalam merawat harmoni sosial pada hari besar keagamaan yakni adanya
saling menghormati dan memberi ruang (toleransi) antara umat beragama lain memberikan kesempatan dan ketenangan kepada mereka yang sedang merayakan hari raya, seperti menjaga suasana tenang saat ibadah.
“Solidaritas dan saling menghargai serta tradisi saling membantu dalam mempersiapkan perayaan, memperkuat ikatan persaudaraan dan toleransi menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur kita” ujarnya.
Menurut Syamsuddin tradisi berbagi saat lebaran, temu trah, halal bi halal merupakan contoh nyata harmoni sosial dengan adanya tradisi saling berbagi makanan, seperti takjil kerukunan saat bulan Ramadhan, yang mencerminkan persatuan melampaui batas iman.
“Harmoni sosial menciptakan suasana perayaan yang tidak hanya meriah secara kultural, tetapi juga khidmat secara spiritual karena dukungan lingkungan yang kondusif dari saudara-saudara berlainan iman” kata Syamsuddin Asyrofi.

Dikatakan bahwa setiap hari besar keagamaan hendaknya dimaknai sebagai momen memperkuat kerukunan bangsa dan merawat tradisi budaya lokal yang inklusif.
“Kerukunan ini menciptakan kesejahteraan, kebahagiaan bersama, dan memperkuat citra positif bahwa keragaman adalah kekayaan bangsa.” pungkasnya.
Sementara itu Ketua DORD II Klaten Edy Sasongko dalam sambutannya mengatakan bagwa momentum hakal bi hsksl ini sangsf teoat untuk ssljbg meminta maaf dan memberi maaf kepada sesama, pentingnya saling mengikhlaskan dan menyadari setiap insan memiliki kesalahan dan itulah pentingnya kita meminta maaf.
“Marikah kita sadari bersama sisa-sisa umur kita agar dapat memberi manfaat untuk kebaikan, berfastabiqul khoirot, menjalin hubungan yang harmonis untuk tugas-tugas pengabdian bagi masyarakat nusa dan bangsa” katanya. (*/Oe)








Komentar