INDONNESIANEWS (Klaten)–PMI Kabupaten Klaten sukses menggelar Lomba Cerdas Cermat PMR Madya dan Wira memperebutkan Piala Plt. Bupati Klaten 2026. Ajang perdana ini dipusatkan di SMKN 1 Klaten, Sabtu (31/10/2026), dan diikuti 357 pelajar dari 119 sekolah se-Kabupaten Klaten.
Lomba dibuka langsung oleh Plt. Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi dengan pemukulan gong. Hadir dalam pembukaan Ketua PMI Klaten Purwanto, Pj. Sekda Klaten, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan BPBD, jajaran PMI dan stakeholder terkait.
Ketua PMI Klaten, Purwanto, menyebut lomba ini jadi yang pertama digelar PMI Klaten untuk jenjang Madya dan Wira. Tujuannya bukan cuma perebutan piala, tapi juga menguatkan pemahaman dasar kepalangmerahan dan wawasan kebangsaan.
“Materinya mencakup gerakan kepalangmerahan, pertolongan pertama, donor darah, kesehatan remaja, kesiapsiagaan bencana, sampai kepemimpinan. Ditambah wawasan umum seperti Pancasila, UUD 1945, sejarah bangsa, budi pekerti dan keselamatan lalu lintas,” ujar Purwanto.
Menurutnya, cerdas cermat ini melatih peserta berpikir cepat, tepat, kritis, serta membangun disiplin, percaya diri dan kekompakan tim. Harapannya, anggota PMR makin termotivasi belajar dan bisa jadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan peduli sesama.
Rinciannya, tingkat Madya (SMP/MTs) diikuti 237 peserta atau 79 tim, sedangkan tingkat Wira (SMA/MA/SMK) diikuti 120 peserta atau 40 tim.
Sementara itu, Plt. Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi atau Mbak Linda mengapresiasi konsistensi PMI Klaten dalam membina generasi muda lewat kegiatan positif.
“PMR adalah wadah strategis menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini. Lomba ini bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga melatih kecepatan berpikir, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan yang paling utama kerja sama tim untuk melahirkan generasi berkarakter,” kata Mbak Linda.
Ia juga menyoroti prestasi internasional PMI Klaten di tahun 2026 yang berhasil menjadi pemenang proposal inovatif dan mewakili Indonesia di antara 68 negara. “Ini bukti pembinaan kemanusiaan di Klaten sudah diakui dunia internasional,” tutupnya. (*/Oe)











Komentar