INDONNESIANEWS (Wonogiri)–Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendorong penguatan ekosistem halal sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Upaya ini dinilai penting seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk yang terjamin kehalalan dan keamanannya.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan regulasi. Lebih dari itu, label halal menjadi instrumen penting untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Label halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus menjadi nilai tambah bagi produk lokal. Produk bersertifikat halal dinilai lebih berpeluang menembus pasar ritel modern hingga ekspor,” ungkap Setyo saat Sosialisasi Pembentukan Ekosistem Halal di sebuah resto,Rabu (9-9-2026).
Ia menegaskan, sertifikasi halal kini menjadi salah satu keunggulan kompetitif. “Sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, membuka akses ke pasar ritel modern hingga ekspor. Ini menjadi selling point bagi produk lokal,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Wonogiri melakukan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah dan Kantor Kementerian Agama Wonogiri. Program yang dijalankan tidak hanya fokus pada proses sertifikasi, tetapi juga pada perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.
Hasil dari upaya itu cukup signifikan. Sepanjang 2021-2025 sebanyak 10.352 sertifikat halal telah diterbitkan untuk produk pelaku usaha di Wonogiri. Pemkab berharap angka tersebut terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha.
Menurut Setyo, tren gaya hidup halal yang berkembang secara global menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan. Halal saat ini tidak hanya dipandang dari sisi keagamaan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas, keamanan, dan higienitas produk. “Dengan peran serta semua pihak, saya meyakini sektor industri halal di wilayah Wonogiri akan berkembang pesat,” pungkasnya. (*/Oe)








Komentar