oleh

Bupati Klaten Sambang Desa Joho, Bahas Jalan Terhalang Tol dan Aset Bekas TPS

-Daerah-21 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Kamis pagi (3-9-2026) Pemkab Klaten menggelar Sambung Rasa di Desa Joho, Kecamatan Prambanan. Sebelum diskusi dimulai, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo bersama warga lebih dulu melakukan panen lele, jagung, dan melon. Kegiatan itu untuk menunjukkan hasil ketahanan pangan desa yang kini tidak cuma mengandalkan padi.

Dalam forum tersebut, Kepala Desa Joho Yulis Tanto langsung menyampaikan dua keluhan utama warga.

Keluhan pertama soal akses masuk desa. Sejak ada pembangunan jalan tol, jalan menuju Joho jadi sempit. Akibatnya bus pariwisata tidak bisa masuk. Padahal dulu Joho dikenal sebagai desa wisata.
“Kami minta tolong Pemkab untuk memfasilitasi pelebaran. Kami sadar ini bukan kewenangan desa, tapi dampaknya besar ke ekonomi warga,” kata Yulis.

Keluhan kedua menyangkut lahan milik Pemkab Klaten yang dulunya dipakai TPS. Lahan itu sekarang terbengkalai dan belum dimanfaatkan.
“Kalau desa yang garap tidak bisa, karena statusnya aset Pemda. Kami berharap bisa diurug dan dijadikan ruang publik,” tambahnya.

Mas Hamenang merespons langsung di tempat. Ia menjelaskan Sambung Rasa memang dibuat agar pelayanan Pemkab lebih dekat dan aspirasi warga bisa dijawab cepat bersama OPD terkait.

Untuk jalan, ia mengaku Pemkab tidak bisa memutuskan langsung karena yang berwenang PT JMN. Tapi Pemkab siap jadi penghubung untuk mediasi.
“Sedangkan lahan bekas TPS nanti kita cek kondisi fisiknya. Kalau memungkinkan, akan kita urug supaya bisa jadi lapangan untuk warga,” jawab Bupati.

Mas Hamenang juga menyinggung progres pembangunan lapangan mini soccer di Joho. Lapangan yang dibangun dari dana bantuan keuangan desa itu sudah 80% jadi.
“Ini contoh bagus pemanfaatan dana desa. Semoga cepat selesai dan bisa dipakai kegiatan pemuda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keragaman komoditas pangan di Joho. Selain beras, ada jagung, buah, dan budidaya lele.
“Ketahanan pangan di Joho sudah jalan. Tinggal kita dorong biar naik kelas jadi peluang ekonomi,” tutupnya. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *