INDONNESIANEWS (Klaten)–Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, bersama Pemerintah Kabupaten Klaten, Universitas Sebelas Maret, PT Mustika Ratu dan PT Tirta Investama meluncurkan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI di Desa Sidowayah, Kabupaten Klaten, Sabtu (22-8-2026).
Launching ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan anak-anak pada permainan tradisional berbasis kearifan lokal di tengah maraknya penggunaan gawai yang dinilai berdampak pada kemampuan sosial anak. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Direktur PT Mustika Ratu Teti Sri Nurhayati, perwakilan PT Tirta Investama Rama Zakaria, Bupati Klaten, Rektor UNS, para kepala desa, camat, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, serta warga dan anak-anak setempat.
Dalam sambutannya, Menteri Arifatul mengaku terkesan dengan suasana desa yang masih kental dengan nuansa tradisional dan persawahan. Ia juga menyampaikan kenangan masa kecilnya yang ingin menanam padi. “Saya dari tadi ngebayangin ketika para narasumber anak-anak bermain. Saya bayangin di bawah pohon ini ada kursi, kemudian saya kasih bantal sedikit, dengerin musik, baca buku. Kayaknya nikmat banget rasanya, saya betah banget di sini,” ujarnya.
Menteri Arifatul juga menyoroti pentingnya memaknai lagu-lagu dolanan anak seperti _cublak-cublak suweng_ dan _ayo konco dolanan neng jogo_ sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia prihatin dengan kondisi anak saat ini yang banyak menghabiskan waktu dengan gadget. “Anak-anak kita pulang sekolah mager. Males gerak. Duduk di pojok sofa, ketawa-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri karena dengan HP dia bisa selalu jadi pemenang. Tapi ketika berhadapan langsung dengan teman-temannya dia tidak bisa beradaptasi, selalu merasa ingin menang,” jelasnya.
Karena itu Kemen PPPA mendorong orang tua dan masyarakat untuk mengembalikan anak pada permainan tradisional. Sejak peringatan Hari Anak 2025, permainan tradisional telah dijadikan pembuka kegiatan Hari Anak Nasional dan dilanjutkan pada 2026. “Kami mengajak membangun kesadaran orang tua dan masyarakat untuk mengembalikan anak-anak kita kepada permainan tradisional berbasis kearifan lokal,” tegas Menteri Arifatul.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kelompok Studi dan Penelitian “Principium” FH UNS dengan Desa Sidowayah dan komunitas, serta antara Dekan FH UNS dengan mitra pemerintah. Ada pula penyerahan apresiasi dari Dekan FH UNS kepada Bupati Klaten, Sanggar Rojolele, dan kepala desa, serta penyerahan sertifikat dari Mustika Ratu untuk peserta Massage Tradisional Berbasis Wellness.
Puncak acara adalah launching Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI yang merupakan singkatan dari Berbudaya, Eksploratif, Rekreatif, Sains, Ekologis, dan Inklusif. Dilanjutkan dengan launching Paket Aglomerasi Wisata Klaten yang mencakup Desa Delanggu, Kranggan, dan Sidowayah, serta Ruang Bersama Indonesia Klaten hasil kolaborasi Kemen PPPA, Mustika Ratu, dan UNS.
Acara dilanjutkan dengan peresmian Kampung Dolanan Sidowayah di Joglo Tirto melalui pemotongan melati, room tour instalasi water kolaborasi dengan PT Tirta Investama, permainan tradisional bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia, implementasi nilai Pancasila bersama BPIP, hingga pengumuman “Sidowayah Bermain”.
Usai prosesi launching, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi bersama rombongan berkesempatan melihat-lihat langsung lokasi Kampung Dolanan Sidowayah. Rombongan diajak berkeliling untuk melihat berbagai instalasi permainan tradisional dan fasilitas yang telah disiapkan, sebagai upaya nyata menghadirkan ruang bermain yang aman, edukatif, dan berbasis budaya lokal bagi anak-anak. (Oe)








Komentar