INDONNESIANEWS (Klaten) –Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah atau MIM di Kecamatan Ceper, Klaten diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis, Kamis (3-9-2026). Kasus ini terjadi di dua madrasah, yakni MIM Srebegan dan MIM Cetan.
Siswa MIM Srebegan dan MIMn Cetan diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG dengan keluhan mual, pusing hingga muntah. Kepala Puskesmas Jambukulon dr. Muhammad Banu Aryandaru mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 10.00 WIB dari SPPG. “Kami langsung ke sekolah bawa ambulans. 14 anak kami observasi di puskesmas sekitar 1 jam lalu dipulangkan setelah kondisi membaik,” ujarnya.
Jumlah korban di MIM Srebegan terus bertambah setelah pemeriksaan menyeluruh. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. Namun 3 siswa masih dalam observasi lanjutan di Puskesmas Jambu kulon.
Menurut Kepala sekolah MIM Cetan, Hariyanto siswa yang menjalani rawat jalan. “Ada satu siswa kelas 4 yang kami rujuk ke rumah sakit. Saat ini sudah sadar dan dalam pemantauan sambil menunggu hasil laboratorium darah,”ujarnya.
Camat Ceper Aris Munandar menyebut telah meninjau lokasi dan jumlah pasti masih menunggu laporan resmi dari lapangan. Terkait penyebab, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes Klaten. “Hasilnya itu tetap menunggu dari hasil laboratorium,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera R. Bambang Sridaya mengaku telah sidak ke MIM Srebegan dan MIM Cetan. Ia menduga penyebabnya bukan dari kebersihan maupun standardisasi. “Semua sudah standar. Ini human error. Katanya masalahnya ada di ikan dori kemasan. Saya sudah anjurkan sebelumnya jangan beli daging kemasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, biasanya pihaknya membeli bahan dengan standar segar semua. “Saya sudah menganjurkan tidak boleh beli kemasan, semua harus fresh. Itu anjuran dari pusat, semua fresh. Lah ini ternyata menunya ikan dori adanya kemasan, dibeli. Baru kali ini beli kemasan,” paparnya.
Menurut Bambang, menu MBG yang disajikan saat itu terdiri dari ikan dori, buah semangka dan sayur kacang. “Saya sebagai Ketua Yayasan sudah melihat semuanya. Setelah saya amati bersama dari kepolisian, ternyata memang masalahnya dari kemasan dorinya itu,” tutupnya. *(Oe)








Komentar