INDONNESIANEWS (Klaten)–PJ Sekda Klaten Joko Purwanto mengatakan pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjalankan 10 program prioritas sebagai langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama ada pada infrastruktur, ekonomi, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga lapangan kerja.
Hal itu disampaikannya saat Kuliah Umum di Auditorium Universitas Widya Dharma Klaten, Senin (14-9-2026), dengan tema “Generasi Z Sahita: Berkreasi, Berkolaborasi, Mewujudkan Klaten Maju Sejahtera dan Berkelanjutan”.
Dalam rekonstruksi dan pembangunan, pemerintah masih menggenjot perbaikan jalan, tonisasi, penanaman, serta pembangunan jembatan dan pembiayaan. “Mobilitas sosial, ekonomi, pariwisata, maupun produk hukum juga jadi perhatian. Ini paling penting,” ujar Joko Purwanto.
Untuk infrastruktur jembatan, salah satu PR besar adalah jembatan sempit. “Kalau kita lihat di minggu pagi, luar biasa padatnya. Insyaallah tahun ini akan kami selesaikan agar akses ke tanah luar biasa lebih lancar,” lanjutnya.
Soal penerangan jalan umum, dari total 720 km ruas jalan dengan kebutuhan ideal 399 titik lampu per 50 meter, baru terpasang 257 titik karena keterbatasan anggaran. “6 dan 27 titik sudah pakai tenaga surya. Tapi ada kendala keamanan baterai, beberapa kali mati karena ada yang sengaja dirusak,” jelasnya.
Di sektor air bersih, komitmen tetap jalan meski PDAM belum bisa bangun secara permanen. “Kami masih PR untuk air bersih. Ada 91 titik yang sedang kita pertimbangkan, termasuk bisnis air sumur. Pelan tapi pasti, lama-lama insyaallah bisa,” katanya.
Pemerintah juga fokus pada pupuk murah untuk petani dan pengadaan pangan. Angka stunting ditargetkan turun dari 10,05 persen di 2015.
Untuk UMKM, akan ada produk air mineral asli Klaten dengan proses perizinan yang dipermudah. “Potensi air kita luar biasa,” tegasnya.
Di bidang ketenagakerjaan, tersedia aplikasi “Sukses” untuk informasi lowongan kerja. “Kemarin ada 4000 lowongan, yang melamar serius hanya 2000. Artinya masih banyak yang pilih-pilih pekerjaan. Kami juga buka pelatihan dan bantu pemasaran hasil UMKM,” ujarnya.
Cakupan jaminan kesehatan sudah mencapai 99,97 persen. “Hampir 100 persen. Yang 0,1 persen lagi sedang kita deteksi bersama dinas kesehatan,” katanya.
Untuk pendidikan, tahun ini disiapkan anggaran Rp1 miliar untuk beasiswa pemuda berprestasi dari keluarga kurang mampu. Tahun depan ditargetkan naik jadi Rp10 miliar.
Pemerintah juga akan memasang internet di 26 titik area publik agar pelayanan ke masyarakat lebih mudah dan bisa menerima komplain secara cepat.
Sementara itu Rektor Universitas Widya Dharma Klaten, Prof. Dr. Triyono, M.Pd, menyatakan mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB hanya mahasiswa reguler, baik jenjang S1 maupun D3 sebanyak 350 orang. Adapun mahasiswa program pascasarjana atau S2 dan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tidak perlu mengikuti PKKMB secara penuh.
“Karena rata-rata mahasiswa program pascasarjana atau S2 dan program PPG itu adalah orang-orang yang sudah bekerja, jadi tidak memiliki waktu yang memadai untuk mengikuti PKKMB. Pihak kampus memang memberi dispensasi untuk mereka. Tapi kalau digabung jumlahnya ada sekitar 700 orang lebih,” ujarnya. (Oe)









Komentar