oleh

Meriah Kirab Budaya Desa Demakijo, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi dan Gunungan Semangka

-Budaya-50 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Doa baru selesai, warga langsung berebut gunungan di pinggir jalan raya depan Kantor Desa Demakijo. Ratusan buah semangka inul dan hasil bumi ludes dalam hitungan menit.

Momen itu menjadi puncak Kirab Budaya Desa Demak Ijo 2026 yang ke-8 dengan tema Nyawiji Mawarti Mbangun Deso dalam rangka HUT ke-196, Sabtu (26/9/2026). Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan rute 1,5 kilometer dari Tugu Tani menuju Kantor Desa Demak Ijo, Karangnongko, Klaten.

Sebanyak 1.200 orang dari 4 sekolah dan 7 RW mengikuti kirab. Di barisan depan tampak pasukan Paskibraka berbaju putih membawa bendera Merah Putih, disusul mobil pickup Pemerintah Desa yang ditumpangi Kades Ary Karyatno bersama istri berpakaian ala kerajaan Jawa dengan mahkota emas dan dipayungi songsong merah.

Di belakangnya, peserta memikul 3 gunungan hasil bumi berisi nanas, jeruk, cabai, tomat, jagung, wortel dan sawi yang diarak sepanjang rute. Sementara 1 gunungan khusus berisi 1,5 ton semangka inul tidak ikut diarak karena beratnya dan sejak awal sudah diletakkan panitia di depan kantor desa.

Kirab juga dimeriahkan peserta yang memakai kostum karnaval bertema kain lurik. Mereka tampil mencolok dengan balutan lurik cokelat yang dikreasikan menjadi busana karnaval mewah lengkap dengan selendang pelangi, rok rumbai pink, serta mahkota emas besar berbentuk gapura.

Selain itu ada dua ogoh-ogoh raksasa yang dipikul belasan orang dan menjadi pusat kerumunan. Satu ogoh-ogoh berbentuk raksasa buncit berambut putih berjenggot memakai kain merah, dan satu lagi sosok kurus kering berlidah panjang menjulur dengan taring, berdiri di atas peti kotak-kotak hitam putih.

Saat tiba di panggung depan Kantor Desa, peserta dengan kostum karnaval langsung menampilkan performance di depan Kades dan tamu undangan. Mereka berjoget-joget kompak mengikuti lagu pengiring.

Penampilan juga datang dari drumband siswa dan warga yang mengiringi kirab dengan tabuhan energik. Setiap kontingen sendiri diwajibkan melakukan performance selama 15 menit di jalan raya sebelum doa bersama dipanjatkan.

Kades Demak Ijo, Ary Karyatno menjelaskan kirab tahun ini adalah yang ke-8. “Seharusnya ini kirab yang ke-11, tapi 3 kali kita batalkan karena ada Covid. Jadi baru 8 kali terlaksana,” ujar Ary.

Menurut Ary, gunungan semangka merupakan sumbangan dari kelompok tani. “Semangka ini sumbangan dari kelompok tani sebanyak 1,5 ton jenis Inul rasanya manis. Yang terlibat 1.200 orang dari 4 sekolah dan 7 RW. Harapannya Demak Ijo semakin guyub, budayanya lestari,” pungkasnya.

Sukini (42), warga RW 05 mengaku sudah menunggu sejak siang untuk berebut gunungan. “Saya dari jam satu sudah standby di depan kantor desa. Dapat dua semangka Inul sama cabai, rasanya manis katanya. Seru banget rebutan sama warga lain,” ujarnya sambil tertawa.

Wagiman (55), warga RW 03 yang ikut memikul gunungan mengatakan bangga bisa terlibat. “Isinya jagung, cabai, terong dari sawah warga sendiri. Memang berat dipikul rame-rame, tapi senang lihat warga berebut dan habis dalam 5 menit,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *