INDONNESIANEWS (Solo)–Pemilik klub Kendal Tornado FC, Junianto, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kondisi Stadion Sriwedari Solo kepada Wali Kota Solo Respati Ardi saat keduanya bertemu di sela-sela menyaksikan pertandingan Kendal Tornado FC melawan Barito Putera di Stadion Sriwedari, Sabtu (26-9-2026) sore.
Junianto mengungkapkan bahwa selama dua musim terakhir Kendal Tornado FC menggunakan Stadion Sriwedari sebagai kandang untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship League, ada beberapa fasilitas yang menurutnya perlu segera dibenahi agar sesuai dengan regulasi dan kenyamanan penonton.
Salah satu persoalan yang paling disoroti adalah kondisi lampu stadion yang dinilai belum memenuhi standar pencahayaan yang ditetapkan oleh operator liga, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pertandingan terutama untuk laga malam hari.
Menurut Junianto, karena kondisi tersebut pihak manajemen klub terpaksa mengambil inisiatif untuk membeli lampu stadion sendiri dengan biaya yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp1 miliar yang didatangkan langsung dari China.
“Sudah saya sampaikan ke Mas Wali. Kemarin kan anak-anak bilang, Pak lampunya tidak standar. Ya sudah kita belikan. Ini kita belikan ke Cina, Rp1 miliar. Tidak tahu nanti Mas Wali gantikan apa nanti,” ujar Junianto sembari berkelakar di hadapan awak media.
Selain persoalan lampu, Junianto juga mengeluhkan keberadaan tiang steger yang dipasang untuk kebutuhan kamera siaran televisi, yang menurutnya posisinya kurang tepat dan justru menghalangi pandangan penonton.
“Tadi saya juga sampaikan, Mas Wali, saya kalau nonton lihatnya steger ini. Tadi juga sudah saya sampaikan. Beliau tadi juga sudah bilang nanti segera kita perbaiki,” kata Junianto.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan Pemerintah Kota Solo akan segera menindaklanjuti masukan dari Kendal Tornado FC sebagai bahan evaluasi fasilitas olahraga.
“Jadi saya memastikan fasilitas di Stadion Sriwedari ini. Saya sampaikan kepada beliau, saya ucapkan terima kasih diberi kepercayaannya menjadi homebase untuk Kendal Tornado FC. Ini akan segera kita benahi supaya nanti di liga bisa berlangsung dan lancar,” kata Respati.
Respati mengatakan komitmen Pemkot Solo adalah menjadikan Solo sebagai kota olahraga sekaligus mengembangkan sport tourism yang memberikan dampak ekonomi bagi warga.
“Tadi nonton ada steger, itu segera kita perbaiki bagaimana caranya. Dan ada tambahan bangku tapi tetap melindungi cagar budaya,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, ada tiga hal prioritas yang akan menjadi perhatian Pemkot, yakni penataan ulang tiang steger, pembenahan lampu stadion, dan penambahan bangku penonton.
Respati juga memastikan tiga tim yang menggunakan Solo sebagai kandang di Pegadaian Championship League 2026/2027 akan mendapatkan fasilitas secara adil tanpa membedakan.
“Kita lihat bahwa sport tourism di Solo nyata adanya dan dapat membuka lapangan kerja banyak, UMKM juga laris, perhotelan laris. Tentunya ini manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Bud)








Komentar