oleh

Prof.Dr.Ir.H.Sardjito, Ph.D : Idul Fitri Bukan Sekedar Perayaan Tetapi Menjadi Titik Balik Meningkatkan Kualitas Diri

-Daerah-318 views

INDONNESIANEWS (Klaten)—Prof. Dr. Ir. H. Sardjito, Ph.D mengatakan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk meningkatkan kualitas diri setelah sebulan penuh ditempa di bulan Ramadan.

Hal itu disampaikan Sardjito saat menyampaikan khutbah sholat Idul Fitri di Taman Lampion Klaten, Jumat ( 20/3/2026 ) yang dihadiri ribuan umat Islam di Klaten.

“Idul Fitri adalah momen refleksi bahwa umur yang bertambah seharusnya berbanding lurus dengan kematangan iman dan kualitas amal. Setiap waktu yang tersisa digunakan untuk menebar kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.” katanya.

Dikatakan dengan Idul Fitri berarti kembali suci artinya bertekad tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

“Ini adalah momen untuk memohon ampunan secara tulus, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah agar dosa-dosa diampuni.” ujarnya.

Menurutnya seksma bulan Ramadhan telah mengajarkan kesabaran dalam menahan nafsu. Idul Fitri menandai kelanjutan kesabaran tersebut dalam menghadapi ujian kehidupan sehari-hari, serta teguh dalam beribadah dan menjauhi maksiat.

“Semoga di Hari Raya 1447 H / 2026 M ini, kita semua mampu mempertahankan semangat ibadah Ramadan dan menjadi pribadi yang lebih baik.” kata Sardjito.

Idul Fitri menurutnya juga memiliki peran sentral dalam menguatkan kehidupan keluarga di dunia melalui berbagai dimensi, mulai dari hubungan emosional hingga spiritual.

“Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk mempererat ikatan dan membangun ketahanan keluarga.

“Idul Fitri adalah momen utama untuk mempererat persaudaraan dan merajut kembali kebersamaan. Anjuran untuk saling mengunjungi dan bermaaf-maafan memungkinkan keluarga memperbaiki hubungan yang sempat renggang.” terangnya.

Lebaran kata Sardjito juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan fungsi keluarga, khususnya kedekatan orang tua dengan anak-anak melalui berbagai kegiatan bersama.

“Silaturahmi yang terbangun saat Idul Fitri diyakini menjadi landasan dalam membangun ketahanan keluarga yang kuat dan islami.” pungkasnya.

Ditemui secara terpisah di tempat yang sama wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten H. Basuno mengatakan bahwa Idul Fitri, yang merupakan hasil dari sebulan penuh puasa Ramadhan, mendorong anggota keluarga untuk menyucikan jiwa, mempertahankan amalan baik, dan menjauhi kezaliman dalam kehidupan sehari-hari.

“Berkumpul bersama keluarga saat lebaran memberikan dampak positif pada kesehatan mental, yang pada akhirnya memperkuat keharmonisan rumah tangga.” katanya.

Dikatakan bagwa khutbah Idul Fitri sering menekankan pentingnya silaturahim kepada orang tua dan kerabat terdekat, memperkuat bakti anak kepada orang tua.

“Oleh karena itu melalui Idul Fitri, ikatan keluarga diperbarui dan diperkuat, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh cinta di dunia.” kata Basuno. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *