oleh

Bhabinkamtibmas di Solo Tak Hanya Jaga Keamanan, Kini Ikut Lacak Kasus TB Paru

-Hukum-28 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Peran Bhabinkamtibmas di Kota Surakarta kini tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga sebagai tracer atau pelacak kasus TB di wilayaj binaan masing masing.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung program pemerintah untuk menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) Paru.

Salah satunya dilakukan di Kelurahan Pajang, Polsek Laweyan, Aiptu Slamet Widodo, bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Laweyan dan kader kesehatan setempat, melakukan pelacakan terhadap warga yang terindikasi maupun terkonfirmasi menderita TB Paru.

Aiptu Slamet menjelaskan, tugas tracer dilakukan dengan menelusuri warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. Langkah tersebut bertujuan untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini sekaligus memastikan masyarakat yang berisiko segera mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya, warga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu akan menjalani pemeriksaan awal. Petugas kemudian mengambil sampel dahak menggunakan perangkat pelacakan yang telah disediakan sebelum dikirim ke laboratorium puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain melakukan pelacakan, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menghilangkan stigma serta rasa takut masyarakat dalam memeriksakan diri ketika mengalami gejala TB.

Pelaksana Tugas Kasat Binmas Polresta Surakarta, AKP Broto Tri Yulianto, mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas sebagai tracer merupakan bentuk sinergi antara Polri dan sektor kesehatan dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis.

“Kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat menjadi modal penting dalam membantu proses pelacakan, edukasi, hingga pendampingan warga yang terindikasi TB.” Jelasnya.

Untuk mendukung tugas tersebut, para Bhabinkamtibmas telah dibekali pelatihan komunikasi publik, buku pedoman tracer TB, serta peralatan pelacakan yang digunakan di lapangan.

Kegiatan tracing yang dilakukan Polresta Surakarta juga melibatkan tenaga kesehatan puskesmas dan kader kesehatan agar pelaksanaan pelacakan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas yang turut mendampingi proses pemeriksaan kesehatan dan memberikan edukasi mengenai pencegahan TB.

Melalui keterlibatan aktif para Bhabinkamtibmas, Polresta Surakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan TB dapat terus meningkat sehingga angka penyebaran penyakit tersebut di Kota Solo dapat ditekan. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *